Indonesia Dan 4 Negara Tetangga Ajukan Kebaya Ke Unesco

Published:

Jakarta, PIS – Kawan PIS, yuk dukung pengajuan kebaya ke UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda. Tapi pengajuan itu tidak datang cuma dari Indonesia. Indonesia dan empat negara tetangga lainnya: Singapura, Malaysia, Brunei Darussalam, dan Thailand.

Kita dan empat negara itu sepakat mengajukan kebaya ke UNESCO secara bersama-sama. Dengan begitu diharapkan terbentuk hubungan budaya bersama. Direktur Jenderal Kebudayaan Kemendikbud Ristek, Hilmar Farid, bilang nominasi kebaya secara bersama-sama itu untuk mempererat solidaritas. 

Pendaftaran kebaya secara bersama itu mendapat apresiasi dari Wantimpres, Putri Kuswisnuwardhani. Katanya, kebudayaan itu merupakan hasil akulturasi. Jadi, katanya, tak heran kalau ada kesamaan antara kebaya di satu negara dengan negara lainnya.

Di Indonesia sendiri ada kebaya labuh dari Riau dan kebaya kerancang dari Jakarta. Tapi Singapura juga punya kebaya yang mirip dengan kebaya Indonesia, yaitu Kebaya Encim. Menurut Wakil Tetap RI untuk UNESCO, Ismunandar, nominasi bersama kebaya bukan pertama kalinya.

Sebelumnya, Indonesia juga pernah mengajukan pantun bersama-sama dengan Malaysia pada 2020. Kawan PIS, kebaya adalah busana tradisional perempuan di kawasan Asia Tenggara. 

Akar busana kebaya dipercaya ada di Indonesia. Kebaya dipercaya sudah menjadi warisan budaya Indonesia sejak lama. Karena itu, indonesia sebelumnya mengajukan kebaya secara mandiri atau single nominations ke UNESCO. 

Gagasan ini tercetus tahun 2020 saat Kongres Kebaya Nasional. Tapi, pada kongres Kebaya Nasional tahun 2021, gagasan itu semakin dimatangkan. Dan sejak saat itulah ‘Kebaya Goes To UNESCO’ mulai didengungkan.

Mudah-mudahan langkah Indonesia dan empat negara jiran ini membuahkan hasil. YUK, DUKUNG KEBAYA GOES TO UNESCO!

Artikel Terkait

Terbaru

spot_img