Hadehh… Munarman, Munarman. Baru bebas dari penjara, kok malah ngamuk-ngamuk. Chill, bro!
Jadi, mantan Juru Bicara FPI itu resmi bebas dari penjara atas kasus terorisme yang menjerat dirinya pada Senin lalu. Dia keluar dari lapas kelas II A Salemba dengan pakaian putih disertai syal dan topi yang diwarnai dengan identitas Palestina. Dia disambut para simpatisannya dengan takbir dan shalawat. Tapi, ketika dia menemui awak media, ekspresinya berubah kesal dan marah-marah. Munarman mengungkit salah satu pernyataan media terkait penemuan bahan peledak saat penggeledehan markas FPI tahun 2021 lalu. Bahan peledak yang dimaksud ialah triacetone triperoxide (TATP).
TATP adalah senyawa yang memiliki daya ledak yang cukup tinggi. Munarman bilang berita itu fitnah dan nggak pernah masuk ke dalam barang bukti persidangan. Dia juga mengungkit pernyataan media yang mem-framing dirinya sebagai penggerak terorisme. Dia bilang kabar itu nggak benar. “Saya mohon teman-teman media untuk tidak menjadi alat propaganda dari kelompok imperialisme kekuatan zionis,” kata Munarman. Buat yang belum tahu, Munarman resmi jadi tersangka tahun 2021 lalu atas kasus terorisme.
Dia terbukti menggerakkan orang lain, bermufakat jahat, dan menyembunyikan informasi tentang tindak pidana terorisme. Munarman juga terlibat dalam pembaiatan teroris di Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta, Makassar, dan Medan. Atas aksinya itu, Munarman ditangkap karena terafiliasi dengan jaringan teroris Jamaah Ansharut Daullah (JAD) atau dikenal ISIS-nya Indonesia. Dia dijerat dengan pasal berlapis UU Terorisme.
Keluar dari penjara, ya mbok berubah. Intropeksi diri dan lebih kalem gitu lho! Lagi pula, kalo emang merasa diframing media itu keterlaluan, ya lapor aja ke Dewan Pers. Nggak usah memframing media sebagai alat propaganda dari kelompok yang dianggap jahat.
Yuk ah, enggak usah playing victim!


