Keterlaluan banget deh pria di Jakarta Timur ini. Masa cuma karena keganggu dengan suara speaker di mushola sampai tega tusuk dengan pisau imam musholanya? Peristiwanya terjadi di Musala Baitul Huda, Jakarta Timur Jumat, 15 Desember lalu.
Saat itu, Lazuardy yang menjadi imam mushola itu, keluar dari mushola usai ngelaksanain shalat isya. Saat menaiki motor, tiba-tiba Lazuardi dihampiri laki-laki yang tidak dikenal. Laki-laki yang berinisial MAA berusia 26 tahun itu bertanya kepada Lazuardy.
“Ente tadi yang imam?” tanya MAA. Tanpa curiga, Lazuardi menjawab iya.
Mendengar jawaban itu, MAA keluarin pisau dari saku celananya dan langsung menusukkan pisau itu ke perut Lazuardy. Lazuardy reflek menghindar, tapi tetap tertusuk di bagian perutnya. Tapi untungnya, tusukan itu tidak menancap terlalu dalam. Dia pun langsung meminta tolong kepada warga sekitar dengan berteriak. MAA pun kemudian tangkap warga. Pas diamanin, MAA ngaku kalau dia keganggu sama suara speaker dari mushola itu. Katanya MAA merasa gelisah dan nggak tenang karena suara speaker itu.
Setelah kejadian, pelaku langsung dibawa ke Mapolsek Kramat Jati untuk diproses lebih lanjut. Nah berdasarkan keterangan keluarga kepada polisi, MAA emang seringkali berperilaku aneh dalam kesehariannya. Misalnya sering berdiam diri, bengong dan ngaku sering mendengar suara bisikan dari sekitarnya. Karena memiliki riwayat perilaku yang janggal, polisi akhirnya merujuk MAA ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati. Hal itu dilakukan memeriksa kondisi kejiwaan MAA.
Duh ada-ada aja ya. Terkadang volume suara speaker yang terlalu tinggi dari masjid atau musholla emang sering mengganggu kita. Tapi bukan berarti kita boleh melakukan tindakan kekerasan, apalagi dengan senjata tajam. Kalau keganggu, sampaikan aja baik-baik, berkomunikasi dengan ketua RT, RW atau kelurahan setempat.
Yuk proporsional dalam bersikap!


