Kok Pemerintah Prancis Cabut Dana Cuma Karena Mata Pelajaran Etika Muslim?

Published:

Kasihan banget deh sekolah muslim di Prancis satu ini. Dana sekolah yang mereka terima dari pemerintah pusat rencananya bakal dicabut begitu saja. Alasannya, katanya karena pengajaran di sekolah itu berlawanan dengan nilai republik Prancis. Btw, nasib itu menimpa sekolah menengah swasta Islam terbesar di negara Prancis, Groupe Scolaire Averroes. Menurut Kementrian Dalam Negeri, dalam salah satu mata pelajaran yaitu Etika Islam, Averroes kurang mengajarkan topik sosial soal LGBTQ. Justru sebaliknya, Averroes terlalu menekankan nilai-nilai Islam dalam pengajaran materinya.

Yang jadi masalah, gak ada keterangan lebih rinci terkait materi yang dianggap berlawanan dengan nilai-nilai republik itu. Juga terkait pemutusan kontraknya. Karena pemutusan kontrak itu, sekolah yang sudah didirikan sejak 2003 itu bakal terancam pendanaannya. Tapi alasan pemutusan kontrak itu berlawanan dengan laporan inspeksi Kementerian Pendidikan pada 2020 yang ditemukan oleh kantor berita Prancis, Le Parisien dan Reuters. Dalam laporan itu disebutin kalau Averroes sama sekali tidak menerapkan praktik pengajaran yang melanggar nilai-nilai republik. Usut punya usut, ternyata laporan pelanggaran itu berdasar pada kecurigaan prefektur regional yang mencurigai aktivitas Averroes.

Mereka curiga Averroes menerima pendanaan ilegal, dukungan hukuman mati terhadap muslim murtad dan segregasi gender. Mereka juga dituduh punya hubungan dengan sebuah organisasi ekstremis di Mesir, Ikhwanul Muslimin. Tapi tuduhan itu gak didukung bukti yang jelas, sehigga tidak dipercayai oleh banyak pihak. Pengacara Averroes, Joseph Breham bilang sampai saat ini gak ada civitas akademik yang pernah diinterogasi, dituntut atau ditahan oleh pihak kepolisian. Jadi jelas ya klaim itu perlu diragukan kebenarannya.

Menanggapi isu ini, Kepala Sekolah Averroes, Eric Dufour angkat suara. Menurutnya jika pencabutan dana itu benar-benar dilakukan, mereka akan mengajukan banding ke pengadilan adiministratif. Menurutnya, mereka sama sekali tidak melanggar apalagi mengajarkan hal yang berlawanan dengan nilai-nilai republik.

“Dalam hal nilai-nilai republik, kami melakukan lebih dari sekolah lain,” ucap Dufour

Averroes itu bertanggung jawab kepada lebih dari 800 siswa. Kalau dana itu dicabut, Averroes jelas tidak mampu memenuhi kebutuhan anggaran, termasuk melipatgandakan gaji para guru. Salah satu wali murid, Muhammad Daoudi bilang kalau keputusan itu sama sekali gak adil dan cuma mencari-cari kesalahan aja. Dia menganggap ini hanya akal-akalan mereka saja untuk melakukan diskriminasi terhadap kelompok minoritas. Kita doakan, semoga masalah Averroes segera selesai ya.

Lawan diskriminasi kepada siapapun!

Artikel Terkait

Terbaru

spot_img