Konten kreator ini keterlaluan deh. Dia bikin konten settingan yang mencoreng nama Bogor. Pengen viral dari konten itu, tapi malah bakal jadi common enemy-nya orang-orang Bogor. Nama konten kreator itu Bemskuy. Jadi, dia bikin video yang seolah-olah di sekitar Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, udah jadi tempat mesum.
Dalam videonya yang berdurasi 28 detik, dia lagi naik motor trail di sekitar Stadion Pakansari yang gelap. Dia terus nyalain lampu depan motornya dan terlihat beberapa muda-mudi lagi berbuat mesum. Mereka tertangkap basah di trotoar sampai pojok pagar stadion. Infonya, Stadion Pakansari minim penerangan, makanya banyak pasangan muda-mudi leluasa berbuat mesum di sana.
Nggak lama, video penggerebekan nya itu viral. Banyak netizen yang percaya dan komen negatif soal kelakuan anak-anak muda di Stadion Pakansari. Setelah viral, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor ngelaporin Bemskuy ke Polres Bogor atas dugaan penyebaran informasi bohong atau hoaks. Menurut Plh Kepala Satpol PP Kabupaten Bogor, Anwar Anggana, ini bukan video hoaks pertama yang dibikin Bemskuy. ”Ini sudah kejadian kedua. Yang pertama di dalam mobil, dan yang kedua di atas motor. Keduanya dibuat oleh orang yang sama dan ini jelas hoaks,” kata Anwar. Pemkab Bogor ngerasa video Bemskuy udah ngerusak citra Stadion Pakansari yang selama ini dijaga sebagai ruang publik yang tertib, bersih, dan aman.
Belakangan, Bemskuy bikin video permintaan maaf tanggal 22 Juli lalu. “Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Saya Bemskuy, saya mohon maaf atas kejadian video viral tersebut,” katanya dalam video yang diposting akun Instagram @lapor_pakbupati. “Saya juga minta maaf kepada masyarakat Kabupaten Bogor, Bupati Kabupaten Bogor, pemerintah, dan jajarannya,” lanjutnya. Dia juga ngaku videonya rekayasa biar kontennya viral. Kabid Satpol PP, Prayoga Santosa, bilang pelaku datang sendiri ke Stadion Pakansari. “Dia mengakui konten tersebut tidak nyata, hanya dibuat untuk kepentingan viral,” kata Prayoga.
Setelah kejadian itu, Bemskuy langsung takedown videonya itu. Tapi netizen udah kadung panas. Banyak yang nyesel udah percaya mentah-mentah. “Demi konten segitunya amat atuh mas mas,” tulis seorang netizen. “Semua pemerannya harusnya klarifikasi, jangan yang punya akun aja,” tulis yang lain. Tapi nggak sedikit yang terlanjur percaya sama video yang diposting Bemskuy. “Kita netizen nggak buta ya, orang udah jelas-jelas kelihatan di video itu,” tulis netizen. “Loh?? Ko yang berbuat asusila di tempat umum malah dilindungi???” tulis yang lain.
Apa yang dilakuin konten kreator itu bahaya banget. Dia nyebarin hoax sehingga menyebabkan publik salah dalam menilai dan mengambil keputusan. Akibatnya, terjadi kegaduhan di tengah publik, bahkan polarisasi. Di sisi lain, hoaks itu nyoreng nama baik orang atau instansi yang terframing negatif dalam hoaks itu. Dalam konteks video Bemskuy, ya Pemkab Bogor. Untungnya, hoaks itu segera dipadamin sehingga nggak membakar lebih banyak netizen.
Para konten kreator, please bijak bikin konten. Bikin konten hoaks itu ada konsekuensi hukumnya. Kalian bisa dijerat UU Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) dan/atau Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP). Ancamannya dipenjara 2 sampai 10 tahun, tergantung seberapa berat dampaknya. Kalau mau bikin konten kritik sosial tentang pelayanan publik yang buruk, ya bikin aja apa adanya. Misalnya, soal minimnya penerangan di taman publik yang pada gilirannya bikin taman publik itu jadi tempat mesum. Ya, bikin aja konten itu apa adanya dan nggak perlu dibikin sensasional supaya viral. Yang penting niat bikin konten itu buat perbaikan pelayanan publik. Yuk, jadi konten kreator yang peduli kondisi sosial, kreatif, dan bertanggung jawab!


