Menohok! Guru Gembul Ungkap Kebusukan di Kemenag

Published:

“Apa pun dikorupsi di Kementerian Agama.” Kalimat itu datang dari Guru Gembul dalam video yang sekarang beredar lagi. Katanya, uang haram keluar masuk begitu derasnya. Guru Gembul bilang menteri yang paling sering terjerat kasus korupsi adalah Menteri Agama.

Dia juga bilang Kementerian Agama selalu masuk dalam daftar kementerian paling korup. “Orang ateis itu lebih baik dari pejabat Kemenag,” katanya. “Dajjal pun minder kalau ngobrol sama mereka.”

Kedengarannya ekstrem, tapi coba pikir sebentar. Guru Gembul lagi nyentil kenyataan pahit di lembaga negara yang seharusnya paling bersih. Kasus yang disebut Guru Gembul di antaranya kasus korupsi kuota haji 2024 yang sedang disidik oleh KPK. Just info, Indonesia mendapat tambahan kuota 20.000 jemaah dari Arab Saudi. Menurut undang-undang, kuota haji itu dibagi dua, dengan prosentase 92 persen buat haji reguler dan 8 persen untuk haji khusus. Tapi kuota itu malah dibagi 50 persen buat haji reguler dan 50 persen buat haji khusus. Karena pelanggaran undang-undang itu, kerugian negara diperkirakan mencapai Rp 1 triliun. KPK juga sudah mencegah beberapa orang bepergian ke luar negeri, termasuk Mantan Menteri Agama, staf khusus, dan pejabat travel.

Dan kasus korupsi di Kementerian Agama bukan itu saja. Sebelumnya ada kasus korupsi pengadaan Al-Quran 2011–2012. Kerugiaan negara diperkirakan miliaran rupiah. Dalam kasus itu, terdakwa Fahd El Fouz, Zulkarnaen Djabar, dan Dendy Prasetya terbukti terlibat praktik fee dan manipulasi tender. Ada juga kasus jual beli jabatan. Romahurmuziy yang ketika itu menjabat Ketua Umum PPP yang ditangkap KPK. Dia diduga terlibat dalam kasus suap agar proses pengangkatan pejabat di Kemenag berjalan sesuai “skema”. Jadi, ketika Guru Gembul bicara keras, dia merujuk ke luka-luka lama yang belum selesai.

Kita harus dukung apa yang dilakukan Guru Gembul ini. Itu karena dia menyuarakan bagian yang sering banyak orang tidak berani mengungkapkannya. Suaranya lantang dan ceplas-ceplos agar orang nggak tersentak dan tutup mata terus. Kalau kita diam, praktek salah akan terus dibiarkan. Jadi ketika Guru Gembul bilang “semua dikorupsi”, ini bukan sekadar sinisme. Tapi ada dasar nyata yang tengah diungkapnya. Tapi itu juga bukan pembenaran bahwa semua orang di Kemenag buruk.

Ada banyak orang baik yang berjuang di tengah sistem yang rusak. Tapi sistem lemah dan korupsi budaya yang tanpa kontrol memunculkan skandal demi skandal. Keberanian Guru Gembul ini mudah-mudahan diikuti influencer lainnya. Tentu bukan sekedar untuk cari sensasi, tapi supaya hati dan nurani publik disadarkan.

Mari kita dorong Kemenag melakukan bersih-bersih dan berbenah. Melakukan audit terbuka semua proyek yang berjalan, mulai dari proyek keagamaan, kuota haji, sampai laporan dana internal. Kita tidak ingin agama dijual sebagai komoditas yang tercela. Agama itu soal moral, bukan margin laba. Ketika Guru Gembul bilang “orang ateis lebih baik”, dia bukan sedang menghina iman. Dia sedang mengkritik oknum yang memperalat agama. Yang mendukung Guru Gembul juga bukan berarti anti agama. Tapi mereka muak melihat agama diperalat. Yang harus kita lawan bukan Guru Gembul atau influencer lain yang mengungkap kebobrokan Kemenag. Tapi sistem korup di balik label suci di Kemenag. Yuk, dorong perubahan nyata di Kementerian Agama!

Artikel Terkait

Terbaru

spot_img