Eropa lagi ketar-ketir nih. Gara-garanya, partai politikus senior sayap kanan dan anti-Islam, Geert Wilders, menang telak dalam Pemilu Belanda. Partai Wilders, Partai Kebebasan (PVV), memperoleh kursi terbanyak di parlemen. Dari 150 kursi yang ada, 37 di antaranya diambil PVV. PVV lebih unggul dari koalisi dari partai besar lainnya, Partai Buruh dan Partai Hijau yang hanya meraup 25 kursi. Saat ini Wilders dianggap sebagai calon terkuat untuk menggantikan PM Mark Rutte. Masalahnya, dia dianggap pembawa kehancuran.
Dia ini terkenal sangat anti Islam dan anti imigran. Dalam kampanyenya, dia menjanjikan pelarangan Al-Quran, masjid, jilbab dan penghentian pemberian suaka. Wilders juga ingin Belanda keluar dari Uni Eropa. Ini yang bikin gerakan Hak asasi manusia bersuara. Amnesti Internasional Belanda dengan marah bilang, hak asasi manusia di negara itu telah kalah. Pada Kamis lalu, juga ada aksi demo menolak Wilders. Perjalanan Wilders jadi pemimpin Belanda masih hadapi banyak kendala. Untuk bisa memperoleh dukungan mayoritas, Wilders masih butuh tambahan 39 kursi dari partai lain.
Karena itu PVV harus berkoalisi dengan partai-partai besar lain. Karena itu sekarang Wilders berusaha terlibat lebih lunak. Dia bilang, dia akan jadi Perdana Menteri untuk semua orang. Kata Wilders, dia akan lebih fokus pada penanganan isu-isu penting seperti kekurangan perumahan, krisis kehidupan dan akses terhadap layanan kesehatan yang baik. Dia juga berjanji akan taat pada hukum Belanda atau konstitusi negara yang menjunjung kebebasan berekspresi dan beragama. Dia berharap bisa bisa menyakinkan partai-partai lain bergabung ke dalam koalisinya. Kalau menang, Wilders akan jadi perdana menteri ekstrem kanan pertama di Belanda.
Aduuuh, mudah-mudahan itu nggak terjadi deh. Semoga Eropa nggak dipimpin sama tokoh rasis ya!


