Puji Tuhan, Alhamdullilah, Sudah Hadir Paus Terbaru

Published:

Puji Tuhan, Alhamdulillah, sudah terpilih pemimpin Gereja Katolik terbaru. Asap putih terlihat mengepul dari cerobong Kapel Sistina pada Kamis, 8 Mei, sore hari waktu Vatikan. Asap putih itu merupakan pertanda seorang paus baru telah terpilih dalam Konklaf yang telah dimulai sehari sebelumnya. Seruan ‘Viva Il Papa!’ pun menggema di Vatikan.

Nama sang Paus baru adalah Robert Francis Prevost, berusia 70 tahun, yang sebelumnya merupakan cardinal Chicago. Sebagai pemimpin Gereja katolik, dia disebut dengan nama Paul Leo XIV. Dia menjadi Paus pertama dalam sejarah yang berasal dari Amerika Serikat. Prevost menghabiskan lebih dari dua dekade sebagai misionaris di Peru, di mana ia menjabat sebagai pastor, dosen seminari, dan administrator keuskupan.

Pemilihannya sebagai Paus berlangsung cepat, hanya dalam empat putaran selama 26 jam, mencerminkan konsensus yang kuat di antara para kardinal. Tidak ada intrik dan konflik berarti. Sebagai Paus, Leo XIV menghadapi tantangan besar, termasuk defisit anggaran Vatikan, ketegangan doktrinal antara kelompok konservatif dan progresif, serta isu-isu global seperti konflik di Ukraina, Gaza, dan Sudan Selatan. Paus ke -267 ini juga adalah salah satu kardinal yang diangkat langsung oleh mendiang paus Fransiskus, pada 30 September 2023.

Kini masyarakat menunggu apakah Paus Leo XIV akan mengikuti jejak Paus Fransiskus yang terkenal sebagai reformis dan berpandangan progresif. Paus Fransiskus memiliki penghargaan tinggi pada semua agama, menganggap Katolik bukan sebagai satu-satunya jalan kebenaran menuju surga, memproteksi hak-hak LGBTQ, hidup sederhana, sangat pro-rakyat kecil. Paus Fransiskus juga dikenal sangat kritis terhadap Israel, terutama dalam kasus genosida di Gaza. Dikutip Al Jazeera, mendiang Paus Fransiskus secara rutin menjalin komunikasi dengan umat Katolik di Gaza saat terus-terusan digempur serangan brutal Israel. Paus Fransiskus bahkan menyumbangkan kendaraan kepausannya yang dikenal sebagai “popemobile” untuk digunakan sebagai klinik keliling bagi anak-anak di Jalur Gaza. Sampai akhir hayatnya, Paus Fransiskus terus mendoakan perdamaian di Palestina.

Karena itulah, sikap Paus Leo XIV ditunggu. Selama ini, dia juga dikenal sebagai pemuka agama yang tak merasa perlu menahan diri untuk bersikap dalam politik. Paus misalnya terkenal kritis terhadap Trump. Dia berulang kali mengunggah tulisan-tulisan yang menggambarkan Trump sebagai pemimpin yang rasis dan anti imigran. Namun sikapnya sendiri mengenai genosida oleh Israel belum diketahui.

Di Amerika Serikat, ucapan selamat sudah datang dari Presiden Trump. Dia menyatakan terpilihnya Paus pertama yang lahir di Amerika Serikat sebagai suatu “Kehormatan Besar”. Trump juga mengatakan ingin sekali untuk bisa bertemu langsung dengan Paus baru tersebut. Di sisi lain, dalam pidato perdananya, Paus menyampaikan salam perdamaian kepada semua bangsa di seluruh dunia. Dia meminta semua umat manusia tanpa rasa takut, bersatu padu bergandengan tangan dengan Allah dan satu sama lain.

Kepada seluruh bangsa di dunia, Paus meminta agar semua pihak membangun jembatan: melalui dialog, lewat perjumpaan, menyatukan kita semua menjadi satu umat yang hidup dalam damai. Di sisi lain, Paus juga meminta Gereja Roma bersama-sama mencari cara menjadi Gereja yang misioner. “Gereja yang membangun jembatan, berdialog, yang selalu terbuka menerima siapa pun,” ujarnya. Kita Doakan Harapan Paus ini Bisa Terwujud!

Artikel Terkait

Terbaru

spot_img