Kasihan banget deh, puluhan warga Garut gagal umrah karena ditipu travel umrah. Jumlahnya ada 22 calon jamaah dengan total kerugian sekitar Rp479 juta. Kasus ini terungkap melalui sebuah video yang beredar di media sosial. Dalam video yang beredar, terlihat puluhan orang tengah turun dari bus. Narasi dalam video itu bilang kalau mereka adalah para korban penipuan travel umrah.
“Awas hati-hati, kalau ada yang menawarkan umrah, ini satu Kecamatan Pamulihan kena tipu”, kata narasi dalam video itu. Penipuan ini berawal dari adanya tawaran umrah dengan diskon 50 persen khusus buat guru ngaji di kecamatan Pamulihan Garut pada juni 2023. Seiring berjalannya waktu ternyata banyak yang tertarik dan ikut. Nggak cuma guru ngaji, warga yang bukan guru ngaji juga ikut. Untuk ustadz dan guru ngaji cukup bayar Rp 20 juta, sedangkan jamaah umum bayar Rp 30 juta. Oktober 2023 lalu, mereka dijadwalin berangkat, tapi kemudian diundur. Baru pada 22 November 2023 rombongan ini berangkat menggunakan bus dan diajak keliling Jakarta semaleman.
Nah, pas sampai di salah satu hotel di Jakarta Barat, jamaah justru terlantar. Calon jamaah mulai ketar-ketir karena visa dan tiket tak kunjung datang. Hingga akhirnya, jemaah mencium gelagat yang nggak beres dari tersangka. Sadar jadi korban penipuan, para korban akhirnya kecewa dan kembali ke Garut. Mereka kemudian melaporkan penipuan yang mereka alami ke Polres Garut. Saat ini pelaku penipuan yang bernama Dani, masih dalam pengejaran. Belakangan terungkap kalau Dani mencatut salah satu travel resmi yang beralamat di Bekasi.
Dani memang sebelumnya punya biro perjalanan umrah, tapi diblacklist oleh pemerintah. Semoga polisi segera bisa menangkap pelaku ya! Buat yang lainnya, hati-hati ya kalau dapet penawaran umrah. Cek dengan teliti travel itu, apakah terdaftar dan punya track record yang bagus.
Yuk jangan segan cari informasi daripada kena tipu!


