Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa viral lagi nih karena videonya diduga ngaji di mobil dinas. Wah, sholeh banget ya… tapi bentar, beneran Pak Purbaya nggak sih? Video berdurasi 1 menit 20 detik itu awalnya muncul di TikTok, terus langsung nyebar ke X. Rekaman itu memperlihatkan seorang yang diduga ajudan, yang kasih lihat pimpinannya yang duduk di kursi tengah yang diduga sedang mengaji. Suara lantunan ayat suci Al-Qur’an pun terdengar jelas di background.
Publik pun menebak-nebak itu Pak Purbaya, dan langsung heboh. Banyak komentar kagum kayak, “MasyaAllah, santri banget Pak Menteri!” atau “Pejabat tapi nggak lupa ngaji, keren banget”. Citra religius itu nyebar cepet banget. Akun gosip, akun politik, sampai media online ikut repost video itu dengan narasi, “Menteri Keuangan Indonesia mengaji di sela kesibukannya”. Tapi ternyata… nggak sesimpel itu.
Setelah dikonfirmasi, ternyata video itu bukan Pak Purbaya. Langsung dari sumbernya, Pak Purbaya sendiri mengklarifikasi, dalam video itu bukan dirinya. “Wah, bukan Mas,” ucapnya saat dikonfirmasi Republika. Dengan nada bercanda, dia bahkan nambahin, “Saya lebih bagus lagi,” sambil tertawa. Sampai sekarang sih, belum ada bukti video itu milik orang lain, hasil editan atau deepfake. Tapi satu hal yang jelas: orang dalam video itu bukan Purbaya. Identitas aslinya juga belum diketahui.
Cuma ya, kesalahpahaman ini udah terlanjur meluas. Banyak orang keburu percaya dan ngaitin video itu sama sosok Menkeu yang emang lagi naik daun banget. Dan nggak heran juga sih, berdasarkan survei dari Great Institute, Purbaya menempati posisi Menteri paling populer di kabinet Prabowo. Bahkan ngalahin nama-nama besar kayak AHY dan Erick Thohir. Skornya tinggi banget; 826 poin, hasil dari survei ribuan responden di berbagai daerah.
Dengan popularitas segitu, wajar aja hal sekecil ‘video ngaji’ bisa langsung viral. Publik jadi punya bayangan Pak Purbaya itu sosok ekonom yang religius dan rendah hati. Apalagi dia juga dikenal aktif dalam forum stabilitas keuangan sejak masih di LPS. Jadi ketika ada video orang yang diduga ngaji mirip dirinya, otomatis narasi positif itu langsung melekat. Padahal kalau diperhatiin, wajah di video nggak terlalu jelas, dan suaranya pun belum bisa dipastikan.
Tapi ya begitulah dunia digital sekarang persepsi bisa terbentuk cuma dari potongan video 1 menit, tanpa sempat diverifikasi. Kasus ini jadi contoh klasik gimana kecepatan share kadang ngalahin akurasi. Dalam hitungan jam, publik udah sempat bikin narasi moral lengkap: pejabat religius, pejabat teladan. Padahal faktanya? Salah orang.
Sebagai netizen, ini pengingat banget buat kita: sebelum ikut nge-share, cek dulu sumbernya. Niat nyebarin inspirasi sih bagus, tapi jangan sampai malah nyebarin hoaks. Kebaikan seseorang nggak bisa diukur dari potongan konten yang belum jelas asalnya. Ujung-ujungnya, “video Purbaya diduga ngaji di mobil” ini mungkin kelihatannya sepele, tapi punya makna penting.
Bahwa di era digital, reputasi bisa terbentuk dari hal yang bahkan nggak nyata. Dan di tengah derasnya informasi palsu, kejujuran serta sikap tenang justru jadi bentuk keteladanan baru. Jawaban santai Pak Purbaya mungkin terdengar bercanda, tapi di baliknya juga ada pesan kuat. Kalau spiritualitas sejati nggak butuh pembuktian visual, cukup terlihat dari cara seseorang bersikap. Yuk, saring sebelum sharing!


