Sejumlah Musisi dan Grup Band Mundur dari Pestapora 2025, Ada Apa?

Published:

Gara-gara disponsori Freeport sejumlah musisi dan grup band cabut dari Pestapora 2025. Pestapora adalah festival musik lintas genre terbesar di Jakarta yang mulai diadakan sejak 2022 lalu. Tiap tahun line-up-nya campur mulai dari ada band genre pop, indie, dangdut, sampai band nostalgia 2000-an. Tahun ini, ada lebih dari seratus musisi yang dijadwalkan manggung.

Mulai dari Hindia, .Feast, Efek Rumah Kaca, The Panturas, sampai pendatang baru kayak Leipzig dan Durga. Selama ini meskipun Pestapora nggak pernah klaim jadi festival lingkungan, audiensnya mayoritas anak muda yang melek isu sosial. Musisi yang ditampilkan juga punya citra idealis. Dulu festival ini sempat berafiliasi dengan Greenpeace, organisasi lingkungan internasional. Tapi sekarang, langkah mereka dianggap bertolak belakang gara-gara sponsor Freeport.

Reaksi keras pun meledak. Band Efek Rumah Kaca langsung mundur dengan alasan kerja sama ini dianggap ‘nggak selaras dengan nilai’ yang mereka pegang. The Panturas mundur sambil donasi hasil jualan merch buat warga Papua. Band-band lain kayak Durga, Negatifa, Leipzig, sampai Sukatani, Rekah, Kelelawar Malam, Hindia, dan .Feast kompak cabut.

Intinya, mereka nggak mau namanya dipakai untuk branding perusahaan yang dianggap problematik di Papua. Buat yang belum tahu, Freeport Indonesia adalah perusahaan tambang emas dan tembaga terbesar di dunia, yang mengoperasikan tambang Grasberg di Papua. Nah, sejak 2018, saham mayoritas perusahaan ini dipegang Indonesia lewat MIND ID. Tapi meski udah ‘milik Indonesia,’ kontroversinya nggak hilang: tambang Grasberg dianggap merusak lingkungan.

Ada juga konflik tanah adat Amungme dan Kamoro, ketimpangan ekonomi, dan luka akibat kontrak karya yang berlangsung sejak 1967. Banyak warga Papua merasa tanah mereka dieksploitasi, tapi mereka sendiri nggak sejahtera. Banyak netizen yang mendukung sikap para musisi. “Gua ngerti deh pertambangan itu memang penting. Tapi banyak yang lebih penting lagi: kesetaraan kualitas kehidupan, hak azasi manusia, perlindungan alam”, tulis salah satu netizen. “Tanah nya terus dieksploitasi tapi hak hak mereka kaya dirampas,” tulis yang lain.

Tapi suara netizen tidak satu. Beberapa mengkritik sikap ambigu para musisi. Salah satunya dari konten kreator @firufd. Firu menyindir, menolak sponsor tambang tapi menerima sponsor rokok. “Kalau harus milih, gue pilih tambang daripada rokok,” ucapnya.

Belakangan penyelenggara acara mengumumkan kalau mereka telah memutuskan kontrak dengan Freeport. “Kami sadar kelalaian kami… dan pastikan nggak ada dana Freeport yang masuk”, ucap Festival Director, Kiki Aulia Ucup dalam video klarifikasinya. Dia juga janji kalau panitia bakal tanggung semua konsekuensi finansial sendiri.

Para musisi sah saja menyatakan sikap mereka menolak sponsorship Freeport. Tapi sayangnya, gak ada satupun yang menyatakan secara jelas alasannya apa? Yang mengemuka, hanya karena disponsori Freeport. Nah aspek apa yang mereka anggap masalah dari Freeport, tak ada satupun yang bersuara. Btw, tidak semua musisi membatalkan tampil di Pestapora. Grup band seperti Slank, SheilaOn7 dan Haji Rhoma Irama tetap tampil.

Mudah-mudahan kita tidak bersikap dikotomis melihat fenomena itu ya. Dan tetap menghargai sikap mereka masing-masing. Yukk proporsional dalam bersikap!

KATEGORI: PENCERAHAN

Artikel Terkait

Terbaru

spot_img