Siswa Penganut Penghayat Dibully Kepala Sekolahnya

Published:

Bullying berbasis agama kembali terjadi. Kali ini terjadi di SDN Jomin Barat 2 Cikampek Jawa Barat. Yang jadi korban seorang siswa kelas 2 bernama Bellva.

Bellva adalah seorang siswa penganut Penghayat Kepercayaan Kepada Tuhan yang Maha Esa. Dia mengalami bullying dari kepala sekolah, guru dan teman-temannya. Oleh kepala sekolah dan gurunya Bellva tetap diwajibkan memakai jilbab. 

Tapi, walapun sudah berjilbab perlakuan tidak mengenakkan tetap diterima oleh Bellva. Dia sering dikatain sebagai kafir, dan diejak dengan kata ejekan lainnya. Puncaknya, dia dipukul oleh temannya sampai hidungnya berdarah.

Mirisnya, saat orang tua Bellva mengadu kepada kepala sekolah ditanggapi dengan dingin. Dikatakan sebagai kenakalan anak-anak, meminta untuk tidak dimasalahkan. Orang tua Bellva protes dengan jawaban itu, tapi malah ditantang untuk melaporkan itu ke Dinas Pendidikan.

Karena ditantang, orang tua Bellva akhirnya melapor ke Inspektorat Jenderal Kementerian Pendidikan, yang kemudian mengirimkan seorang “Inspektur” ke sekolah itu. Tapi setelah kedatangan “Inspektur” itu sikap kepala sekolah dan guru-guru tidak berubah.

Mereka bahkan meminta Bellva untuk pindah sekolah. Karena takut anaknya semakin tertekan orang tua Bellva pun akhirnya memindahkan anaknya ke sekolah lain.

Bellva tak seharusnya mendapat perlakuan seperti itu. Bellva seorang warga negara, apapun agamanya tetap punya hak pendidikan dan perlakuan sesuai kepercayaannya. Dinas Pendidikan harus bertindak tegas terhadap kepala sekolah dan guru yang diskriminatif.

Stop bullying dan diskriminasi agama di sekolah!

Artikel Terkait

Terbaru

spot_img