Skandal Video Anggota DPRD Gorontalo, Nyetir sambil Mabuk dan Pengen Habiskan Uang Negara

Published:

Bayangin kita kerja keras, keringetan. Udah gitu kita juga harus bayar pajak. Eh, malah muncul video anggota DPRD ngomong “Kita habiskan uang negara!” Suara itu milik Wahyudin Moridu, anggota DPRD Provinsi Gorontalo dari PDIP. Umurnya baru 29 tahun. Dia jadi anggota DPRD Provinsi Gorontalo termuda.

Video dimulai ketika mobil yang dia kendarai memasuki gerbang bandara. “Kita hari ini menuju Makassar menggunakan uang negara. Kita rampok aja uang negara ini kan,” katanya. “Kita habiskan aja, biar negara ini semakin miskin,” lanjutnya. Videonya langsung bikin geger netizen. Kalimat kayak gitu keluar dari mulut wakil rakyat? Goks sih. Yang bikin makin panas, videonya kelihatan santai, ketawa-tawa, tanpa beban.

Dan di video itu dia nggak sendirian. Ada seorang perempuan bareng dia. Mesra banget. Tapi bukan sama istrinya. katanya sama “Hugelnya” alias hubungan gelap sama perempuan itu. Publik makin geram ketika ngeliat dia nyetir sambil teler. Ini mah udah kebangetan. PDIP pun langsung ambil sikap. DPP PDIP resmi keluarkan keputusan PAW alias pemberhentian antar waktu. Wahyudin dipecat dari kursi DPRD. Pernyataannya itu dianggap mencoreng nama baik partai.

Wahyudin juga bikin video klarifikasi. Wajahnya melas. Dia temani perempuan. Tapi kali ini istrinya sendiri. Dia bilang video itu diambil saat dirinya mabuk, nggak sadar. Dia juga minta maaf dan nggak ada niat merugikan negara atau merendahkan rakyat. Menurutnya, ucapan “habiskan uang negara” cuma celetukan iseng.

Just info, rekam jejak Wahyudin nggak mulus. Tahun 2020, dia pernah dijerat kasus narkoba. Waktu itu dia masih jadi anggota DPRD Kabupaten Boalemo, Provinsi Gorontalo. Polisi menangkap Wahyudin dan dua anggota DPRD Boalemo lainnya pake narkoba ketika berada di Jakarta. Untungnya dia nggak langsung dipenjara. Dia cuma diminta menjalani rehabilitasi. Wahyudin berasal dari keluarga politikus. Ibunya pernah jadi anggota DPRD Kabupaten Boalemo dari PDIP. Bapaknya mantan Bupati Boalemo. Tapi dia diberhentiin pada 2020 karena terlibat kasus penganiayaan yang menyebabkan kematian. Dia divonis 6 bulan penjara.

Kalau publik ilfeel sama video Wahyudin itu, wajar aja. Rakyat maunya wakil rakyat kerja. Bukan bikin malu. Dan ketika dia dipecat, publik juga lega. Setidaknya, ada konsekuensi nyata dari wakil rakyat yang ngaco. Wakil rakyat yang ngaco emang nggak layak dipertahankan. Kasus ini bukti, perilaku wakil rakyat nggak bisa main-main. Apalagi sekarang semua orang bisa rekam pakai kamera dan sebar ke media sosial.

Dari kasus ini, ada pelajaran penting yang bisa kita ambil. Pertama, wakil rakyat harus jaga lisan. Jabatan itu amanah, bukan privilege buat foya-foya. Kedua, rekam jejak nggak bisa dihapus. Pernah tersandung kasus, bayangannya kebawa terus. Ketiga, klarifikasi itu perlu. Tapi, nggak cukup kalau sikapnya berulang-ulang bikin masalah. Semoga dari kasus ini kita makin sadar dan selektif waktu pemilu. Jangan asal milih wakil rakyat yang rekam jejaknya bermasalah. Kalau sampe bagi-bagi duit supaya dipilih. Percaya deh, calon yang begitu bakal jadi masalah kalau udah terpilih. Kalau nggak terlibat kasus korupsi, ya bikin ulah kaya Wahyudin. Yuk, jangan kasih ruang wakil rakyat yang nggak bisa dipercaya!

Artikel Terkait

Terbaru

spot_img