VIDI ALDIANO MENINGGAL, MUSISI SENIOR KEENAN NASUTION DIHUJAT NETIZEN

Published:

Pasca meninggalnya Vidi Aldiano, musisi lawas, Keenan Nasution menjadi sasaran kekesalan netizen. Keenan dianggap tidak memiliki empati setelah menggugat royalti Vidi Aldiano yang saat itu dalam kondisi sakit. Hujatan itu muncul setelah Vidi meninggal akibat menderita kanker ginjal. Keenan dianggap bertanggung jawab karena menambah beban mental Vidi selama menderita sakit itu.

Keenan adalah seorang musisi senior yang pernah bergabung dalam band God Bless bersama Ahmad Albar. Dia juga suami dari seorang aktris senior Ida Royani yang kini menjadi desainer. Lagu yang dipersoalkan Keenan berjudul Nuansa Bening. Lagu itu diciptakan oleh Keenan Nasution dan Rudy Pekerti pada 1978 dan populer sampai era 90an. Lagu itu kembali populer setelah dinyanyikan Vidi Aldiano pada 2008. Lagu itupun dianggap Keenan selalu dinyanyikan Vidi selama 16 tahun dalam setiap konsernya.

Keenan menuding Vidi tidak meminta izin resmi atau melakukan komunikasi yang baik. Vidi juga dituduh telah melakukan reproduksi lagu tersebut tanpa izin di berbagai platform musik. Keenan mencatat bahwa Vidi telah membawakan lagu tersebut dalam 31 konser tanpa membayar royalti. Keenan menuntut ganti rugi sebesar Rp24,5 miliar kepada Vidi. Dia juga sempat meminta rumah Vidi dijadikan sebagai jaminan dalam perkara ini. Namun pada November 2025, pihak pengadilan menolak gugatan tersebut karena dianggap cacat formil. Vidi dinyatakan bebas dari kewajiban membayar tuntutan tersebut.

Setelah meninggalnya Vidi, netizen melakukan serangan digital massal pada Keenan di kolom komentar video Keenan di TikTok. Kolom komentar menjadi ruang pelampiasan emosi publik kepadanya. Salah satu netizen menulis, “Selamat dihantui rasa bersalah ya Pak.” Netizen lain menyindir dengan menulis, “Udah jadi nuansa keruh, Pak.” Sindiran tersebut merujuk pada lagu yang berjudul Nuansa Bening. Ada pula komentar yang jauh lebih kasar dan emosional. Misalnya ada yang menulis, “PUAS LO AKI-AKI?? Orangnya lagi sakit malah dimintain royalti.” Netizen lain menulis, “Harusnya bisa sabar sedikit kalau tahu orang lagi sakit. Kalaupun dia mau menggugat, mestinya lihat kondisi seseorang dulu.” Ada juga yang mengatakan, “Uang memang penting, tapi empati lebih penting.”

Beberapa netizen menuduh gugatan itu memperburuk kondisi Vidi. Salah satu komentar berbunyi, “Tekanan hukum bikin mentalnya drop.” Tuduhan tersebut berkembang luas tanpa bukti medis yang cukup. Walaupun kuasa hukum Vidi pernah menyebut perkara hukum itu menjadi beban pikiran Vidi. Beban psikologis itu terjadi saat Vidi berjuang melawan kanker ginjal. Kondisi kesehatan Vidi yang menurun memang telah lama menjadi sorotan publik. Karena itu netizen merasa sangat emosional ketika mendengar kabar kematiannya. Emosi tersebut kemudian diarahkan kepada pihak yang dianggap penyebab konflik. Dalam narasi publik, Keenan diposisikan sebagai pihak yang menekan Vidi.

Memang ada beberapa netizen yang mencoba bersikap obyektif. Mereka menganggap yang dilakukan Keenan itu sah karena itu adalah haknya. Namun komentar seperti itu tertimbun ribuan komentar lain yang bernada sebaliknya. Kami memahami kemarahan para penggemar Vidi atas gugatan Keenan. Tapi memang, harus dipahami juga itu adalah hak hukum Keenan. Kita berharap, kasus ini menjadi cerminan bagi semua pihak agar bersikap bijak. Pihak yang benar tidak selalu bisa berbuat semena-mena karena merasa benar. Empati dan rasa kemanusiaan jauh lebih penting dari sekadar hak untuk melakukan tuntutan. Netizen juga harus bersikap obyektif dan memahami fakta hukum sebelum menghakimi. Yukk bijak dalam bersikap!

Artikel Terkait

Terbaru

spot_img