Walikota Depok, Muhammad Idris ini aneh banget. Bukannya mengapresiasi masukan masyarakat atas programnya yang dianggap nggak layak, eh malah dia marah-marah!
Jadi, dalam rangka pencegahan stunting Pemkot Depok bikin program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) buat balita. Program itu dilaksanakan selama 28 hari mulai dari 10 November – 10 Desember 2023. Dalam setiap pekannya, 6 hari anak-anak diberi kudapan, 1 hari diberi makanan pokok lengkap. Untuk keperluan program itu Pemkot Depok menganggarkan dana sebesar Rp4,9 miliar dengan biaya per porsi sebesar Rp18,000.
Masalahnya, makanan yang diberikan itu dianggap tak layak oleh banyak warga Depok. Dengan dana sebesar itu menu yang diberikan hanya berupa nasi, kuah sup, dan tahu kukus. Makanan tersebut dianggap tidak cukup memenuhi gizi balita dan tak sebanding dengan biaya per porsi. Tak hanya itu, dalam kemasan makanan itu terpampang foto Muhammad Idris dan wakilnya. Program itu seperti menjadi alat kampanye buat mereka.
Beberapa warga Depok pun akhirnya memposting menu itu di media sosial dan menjadi viral. Muhammad Idris marah dengan postingan warganya itu. Katanya, kalau ada masukan, silahkan sampaikan saja ke Dinas Kesehatan Kota Depok atau ke Puskesmas.
“Jangan difoto yang jelek-jelek kayak begitu seakan-akan makanannya jelek, makanannya basi,” ucapnya.
Tak hanya itu, Idris juga bilang kalau bukan pakar gizi gak usah ikut ngomong masalah gizi. Hmmm kok kayak gitu banget ya jadi pejabat publik.
Yuk ah jadi pejabat yang amanah dan tulus bekerja untuk rakyat!


