ZITA ANJANI MINTA MAAF GEGARA GHOSTING UNPAD, NETIZEN: MINTA MAAFNYA MIRIP CHATGPT

Published:

Anak dari ketum PAN Zulkifli Hasan, Zita Anjani lagi jadi sorotan netizen. Gimana nggak, dia dijadwalin jadi pembicara utama seminar di Universitas Padjadjaran (Unpad), tapi pas acaranya mulai, ditunggu-tunggu malah nggak nongol. Pas dicek-cek sama netizen, eh di sosmednya, Zita malah posting IG dia lagi ngegym. Haduh, jadi kayak dighosting gitu ya Unpadnya? Huhuhu…

FYI, Zita ini adalah Utusan Khusus Presiden bidang Pariwisata. Dia dijadwalkan jadi pembicara utama di Seminar Nasional Magister Pariwisata Berkelanjutan Unpad 2025. Temanya keren banget: “Pariwisata Berkelanjutan di Era Digital: Mewujudkan Industri Berdaya Saing, Inklusif, dan Ramah Iklim dalam Kerangka SDGs.” Seminar ini digelar pada 26 Juni 2025.

Nah, kabarnya pas H-1, panitia udah koordinasi intens sama tim Zita. Tapi mendadak, Zita minta kehadirannya diganti via daring (Zoom). Panitia pun nurut, bahkan sampai nyiapin permintaan khususnya, dari teleprompter sampai daftar tamu. Eh, pas hari-H, setelah ditunggu 15 menit, ajudan Zita bilang kalau dia nggak bisa hadir karena ada agenda lain yang numpuk. Yang bikin makin nyesek, di waktu bersamaan Zita malah ketahuan upload aktivitas nge-gym di Instagram. Netizen pun auto panas, karena alasannya nggak nyambung sama faktanya. Jadinya kayak beneran ghosting.

Padahal panitia udah all out. Ketua Prodi Magister Pariwisata Berkelanjutan Unpad, Evi Noviantika, bilang kalau komunikasi sama tim Zita udah dilakukan sejak 3 bulan sebelumnya. Bahkan ada undangan resmi tanda tangan wakil rektor dan dekan. Sikap Zita ini akhirnya dianggap nggak profesional, dan langsung dapet kritik pedas dari akademisi dan praktisi pariwisata.

Ikatan Alumni Unpad juga ikut angkat suara. Kata mereka, jabatan publik tuh soal kinerja dan integritas, bukan sekadar popularitas di medsos. Ketua Ikatan Alumni, Carly, bahkan bilang tegas: “Utusan Khusus Presiden Bidang Pariwisata harus tunjukkan profesionalisme, bukan sekadar popularitas.” Parahnya lagi, ternyata ini bukan kejadian pertama Zita mangkir. Ikatan Alumni ngaku udah investigasi dan nemuin pola serupa di acara lain. Misalnya, pas kegiatan di Geopark Kebumen, Zita juga nggak hadir karena alasan pribadi, sampai acara berantakan. Gara-gara rekam jejak ini, alumni pun minta Presiden Prabowo tegas: tinjau ulang bahkan copot Zita dari jabatannya.

Nanggepin semua kritik, Zita akhirnya bikin surat terbuka permintaan maaf lewat Instagram, 12 September lalu. Dia bilang, keputusan batal hadir diambil lewat timnya. Katanya, saat itu dia udah ada di agenda lain yang nggak memungkinkan untuk datang ke kampus. “Ini kesalahan internal kami,” tulis Zita. Dia juga bilang mau bertanggung jawab dan belajar dari kesalahan. Soal foto gym, Zita ngaku itu late post alias postingan terjadwal, bukan real-time.

Tapi, publik tetep heran. Seminar kan Juni, tapi minta maafnya baru September. Udah telat hampir 3 bulan! Dan bukannya adem, permintaan maaf itu malah bikin netizen makin ribut. Banyak yang bilang gaya bahasanya super kaku, terlalu formal, bahkan kayak hasil tulisan AI (ChatGPT). Ada juga yang nyorotin tanda baca “—” yang katanya khas tulisan generatif AI. Tapii, nggak ada bukti valid kalau suratnya emang ditulis AI.

Yang jelas, apa yang dilakukan Zita ini udah bikin kecewa banyak pihak. Soalnya kalau udah pegang jabatan penting kayak Utusan Khusus Presiden, itu artinya Anda nggak cuma bawa nama pribadi, tapi juga nama negara. Harusnya profesional dong. Kasihan kan kalau udah dijadwalin jauh-jauh hari jadi pembicara utama, eh tiba-tiba mangkir gitu aja. Apalagi ini acara kampus besar, banyak orang udah nungguin Anda. Dan katanya, ini udah bukan sekali dua kali. Kalau sering keulang, kesannya bukan kebetulan, tapi ada masalah serius di manajemen waktu sama komitmen. Publik sekarang kritis, apalagi medsos bikin semua gampang ke-detect.

Permintaan maaf sih bagus, tapi jangan cuma berhenti di kata-kata. Yang ditunggu tuh bukti nyata kalau Anda bisa berubah dan konsisten. Kalau nggak, bukan cuma panitia atau mahasiswa yang keceva, tapi kredibilitas Anda sebagai utusan presiden juga bisa runtuh. Jadi, Kak Zita… amanah dong jadi pejabat publik!

Artikel Terkait

Terbaru

spot_img