Zohran Mamdani menang di New York secara mengejutkan. Dia mengalahkan Andrew Cuomo dalam pemilihan pendahuluan Partai Demokrat untuk jadi Walikota New York, pada 26 Juni. Mamdani masih berusia muda, 33 tahun, masih lebih muda dari Wakil Presiden kita. Agamanya Islam Syiah. Ideologinya, Sosialis Demokrat, padahal dia bertarung di pusat kapitalisme dunia, New York. Dia jelas-jelas pro Palestina dan anti Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, padahal New York adalah kota dengan jumlah warga Yahudi terbesar di dunia di luar Israel. Dan salah satu programnya kalau dia jadi Walikota nanti adalah menaikkan pajak orang kaya dan pajak korporat.
Banyak pihak semula tak percaya bahwa Mamdani akan bisa unggul. Kemenangan dia saat ini memang belum membawa dia pada posisi orang no. 1 di New York. Pemilihan Walikota sendiri baru akan berlangsung pada November nanti, di mana dia akan berhadapan dengan calon dari Partai Republik, Eric Adams. Tapi kemungkinan besar dia akan kembali berjaya mengingat di kota ini, hampir selalu calon dari Partai Demokrat menang besar dari calon walikota dari Partai Republik, Curtis Sliwa. Dalam beberapa minggu terakhir sebelum pemilihan, lembaga-lembaga survei menunjukkan Cuomo terus memimpin. Cuomo memang terlihat sulit dikalahkan. Ayahnya, Mario Cuomo, juga adalah gubernur negara bagian. Dia juga didanai pengusaha-pengusaha besar New York yang membanjiri dana kampanye Cuomo.
Ini berbanding terbalik dengan Mamdani yang melawan dengan memobilisasi relawan, terutama anak muda, dan sumbangan dana masyarakat biasa. Mamdani juga dianggap sulit menang karena platform kampanyenya yang penuh risiko. Secara terang-terangan Mamdani menunjukkan dia adalah pendukung Palestina. Ia terus menyuarakan kritik tajam terhadap Israel dalam pembantaian masyarakat Palestina di Gaza. Tanpa ragu, Mamdani menyatakan Israel melakukan ‘genosida di Gaza’. Mamdani juga mendukung upaya kolektif untuk melakukan Boikot, penarikan investasi dan sanksi terhadap Israel. Dalam salah satu wawancara, dengan tegas Mamdani mengatakan kalau dia jadi Walikota New York, dia akan memerintahkan penangkapan Benjamin Netanyahu kalau Perdana Menteri Israel itu mengunjungi New York.
Mamdani dinilai bersikap sangat berani dalam isu Israel mengingat New York adalah tempat tinggal terbesar bagi komunitas Yahudi di dunia. Namun Mamdani berhasil meyakinkan rakyat New York bahwa dia berpihak pada mereka yang berada di kelas bawah dan terindas. Kampanye Mamdani digerakkan oleh lebih 22 ribu relawan akar rumput, dan juga dukungan dari tokoh-tokoh senior seperti Bernie Sanders. Program-program yang dicanangkan Mamdani sangat merakyat. Dia berencana menjadikan semua bus dalam kota gratis, membangun apartemen murah, mengembangkan toko yang menyediakan makanan sehat dengan harga terjangkau, mengembangkan program makan gratis di setiap sekolah sampai perguruan tinggi, selain juga tempat penitipan anak serta PAUD gratis.
Untuk membiayai itu semua, Mamdani dengan berani akan melakukan reformasi pajak. Dia akan menaikkan pajak korporat dari 7,25 persen menjadi 11,5%. Dan kepada kaum kaya yang berpenghasilan lebih dari 1 juta dolar AS per tahun, Mamdani akan menambah pajak sampai 2 persen. Bisa dibilang kemenangan Mamdani adalah kemenangan rakyat di pusat kapitalisme dunia. Mudah-mudahan upaya Mamdani ini membuahkan hasil. KITA DUKUNG PEMIMPIN PRO RAKYAT DAN KEADILAN SEPERTI MAMDANI!


