Donald Trump ‘Curi’ Medali Asli FIFA Club World Cup 2025?

Published:

Warganet lagi heboh gara-gara pengakuan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengaku menyimpan trofi asli FIFA World Cup 2025 di kantor kerjanya. Warganet tentu saja jadi bertanya-tanya, kok bisa-bisanya piala yang mestinya disimpan FIFA malah dimiliki Trump.

Menurut pengakuan Trump, Presiden FIFA, Gianni Infantino ngasih medali itu saat Infantino berkunjung ke kantornya pada Maret lalu. Kata Trump, Presiden FIFA saat itu memberinya medali itu sambil bilang kepadanya agar menyimpannya untuk sementara. Tapi saat Trump bertanya kapan harus dikembalikan medali itu, Infantino justru menyuruhnya buat menyimpan itu di Oval Office, kantor resmi kepresidenan AS. “Gak usah diambil, itu buat Bapak selamanya di Oval Office. Kami bikin yang baru kok,” ucap Trump menirukan ucapan Infantino.

Ini yang bikin heboh warganet, kok bisa-bisanya medali asli yang seharusnya disimpan FIFA malah dikasih ke Trump. Kehebohan Trump tak berhenti di situ, terjadi juga saat momen penyerahan Piala FIFA World Cup 2025 di MetLife Stadium, New Jersey, pada 13 Juli 2025. Saat itu Trump diminta Infantino untuk menyerahkan medali ke pemain Chelsea yang jadi pemenang di kejuaraan itu. Tapi bukannya ngasih medali itu ke pemain Chelsea malah dia masukin ke saku jasnya.

Infantino yang melihat aksi itupun terheran-heran, walaupun kemudian dia hanya mengacungkan jempolnya tanda membolehkan medali itu dimiliki Trump. Drama Trump tak berhenti di situ. Setelah ngasih trofi replika ke kapten Chelsea, Reece James, Trump seharusnya langsung pergi dari panggung. Eh, dia malah stay di panggung, ikut tepuk tangan bareng pemain Chelsea yang lagi seneng-senengnya angkat trofi.

Pemain bintang Chelsea, Cole Palmer, yang nyumbang dua gol di final, sampe kelihatan bingung. Dia bilang ke media, “Aku tahu dia bakal dateng, tapi gak nyangka dia bakal ikutan di panggung pas kita angkat trofi. Aku agak bingung sih,” ucapnya. Reece James juga cerita kalau dia sempat bilang ke Trump kalau mereka mau lompat-lompat ngerayain, tapi Trump tetep pengen stay. Banyak yang bilang ini kayak Trump pengen “numpang eksis” di momen kemenangan Chelsea.

Reaksi penonton pun juga beragam. Pas Trump muncul di layar besar stadion, banyak pula para penonton yang nge-boo alias menyoraki Trump. Dan begitu dia turun ke lapangan untuk ngasih medali, suara teriakan tersebut juga makin kenceng.

FYI, Hubungan Trump sama Gianni Infantino emang lagi hangat-hangatnya. FIFA bahkan buka kantor baru di Trump Tower, New York. Ini yang bikin orang makin curiga kalau Infantino lagi “deketin” Trump buat kepentingan politik atau bisnisnya. Apalagi, FIFA lagi nyiapin Piala Dunia 2026 yang bakal diadain di Amerika, Kanada, dan Meksiko.

Beberapa sumber bilang Infantino sengaja ngasih “peran spesial” ke Trump di acara ini, termasuk ngasih medali dan trofi, buat jaga hubungan baik. Tapi, banyak juga yang ngerasa FIFA kelewatan, soalnya ini bikin acara olahraga jadi kayak panggung politik.

FIFA sendiri belum kasih klarifikasi resmi soal apakah medali yang diambil Trump emang sengaja dikasih atau enggak. Mereka juga gak ngomong apa-apa soal trofi asli yang katanya ada di Oval Office. Tapi, menurut beberapa sumber, ini semua bagian dari strategi FIFA buat deketin Trump menjelang Piala Dunia 2026.

Kehadiran Trump di acara penyerahan medali itu memang membuat acara itu terlihat makin meriah. Tapi, ini juga bikin banyak orang kesel, soalnya acara olahraga yang seharusnya fokus ke prestasi atlet malah jadi ajang politik. Chelsea sebagai juara terkesan tertutupi oleh kehebohan yang dibuat Trump. Presiden Amerika ini emang rada-rada ya!

Artikel Terkait

Terbaru

spot_img