Miris banget sama kelakuan sejumlah warga di Kecamatan Baamang, Kalimantan Selatan ini. Sok ingin menjaga ketertiban, mereka menggerebek sebuah rumah yang dikira pacar pemilik rumah. Eh nyatanya, perempuan yang diajak pemilik rumah adalah adiknya sendiri. Mirisnya penggerebekan itu diikuti perusakan rumah dan kekerasan pada pemiliknya. Astaghfirullah.
Btw, peristiwa ini terjadi pada dini hari, tepat jam 1 pagi, pada 15 Juli lalu. Terekam dalam video yang beredar viral di media sosial. Dalam video, sekelompok warga ini udah datang ke rumah korban dengan kondisi emosi yang meledak-ledak. Mereka menduga korban membawa pulang dan mengajak pacarnya menginap. Mereka pun langsung menggeruduk dan merusak kaca rumah korban.
Saat korban dan adiknya bertemu dengan sekelompok warga itu, warga langsung menyerang dan menampar adik korban. Korban pun marah dan langsung merekam wajah-wajah warga yang menggeruduk rumahnya. “Bukan begitu caranya, ketok baik-baik, ya Allah,” ucap korban. Dalam kondisi yang gak kondusif itu, korban berulang kali menjelaskan, kalau perempuan yang dimaksud adalah adiknya sendiri.
Tapi bukannya minta maaf, para warga justru tetap kesal dan beradu mulut. Mereka berdalih kalau korban nggak melapor ke pihak terkait soal tamu yang menginap di rumahnya. Korban tetap gak terima, dia terus tegasin kalau perempuan itu adiknya. Dia juga menegaskan, kalaupun mau mengingatkan harus juga dengan adab. “Masuk rumah orang itu ada adab, ada adab gak ini”, ucap korban.
Gak terima dengan perlakuan warga, ibu korban langsung unggah video dengan harapan adanya keadilan dan pertanggungjawaban. “Kayak gini kah bagian keamanan Wengga Happy Timur. Mendobrak pintu rumahku jam 1 malam.” tulis ibu korban di caption video itu. “Dia pikir anakku itu bawa pacarnya, padahal adeknya sendiri”, lanjutnya.
Gak berhenti sampai viral, korban juga memutuskan untuk lapor ke pihak kepolisian. Tapi belum ada informasi lebih lanjut soal pelaku penggerebekan itu diproses hukum atau tidak. Melihat video itu, netizen pun langsung bereaksi. Sebagian besar kompak mengecam aksi warga yang main hakim sendiri tanpa bukti.
“Udah salah ngeyel… udah tua sibuk urusin hidup orang, banyak-banyak berdoa pak ingat umurrr….” tulis netizen. “Kalo dah gini siap-siap berurusan sama polisi lah apalagi jika ada tindak kekerasan,” tulis netizen lain. “Orang gak ada kerjaan. Mau cari sok pahlawan. Makanya mang sekolah biar punya ilmu,” tambah yang lain.
Tindakan sejumlah warga ini emang kacau banget. Mereka justru mengganggu ketertiban. Merasa yang berhak menjaga ketertiban, emang siapa kalian? Apalagi kalau ternyata apa yang mereka sangkakan salah total. Kalau memang ada kecurigaan, bukan “bergerilya” jam 1 pagi caranya, tapi laporkan aja ke RT/RW atau ke polisi.
Biarkan pihak berwenang yang menangani, bukan malah main hakim sendiri. Peristiwa kayak gini sering banget terjadi di berbagai daerah di Indonesia. Pemerintah dan pihak berwenang harus tegas, bukan hak mereka melakukan tindakan seperti itu. Alasan moral bukan alasan yang tepat untuk bertindak anarkis seperti itu. Yuk jadi warga yang tahu diri!


