Akhir-akhir ini muncul tren TikTok yang bikin banyak orang miris. Tren ini ramai dikecam karena dianggap menghina dan menjadikan penyandang disabilitas sebagai bahan bercandaan. Hal ini bisa dilihat dalam video kompilasi yang diunggah akun TikTok @saneishere77 pada 5 Juni lalu. Dalam video itu, terlihat beberapa TikToker bahkan influencer ikut memparodikan tren tersebut.
Awalnya terlihat seperti dance TikTok biasa. Tapi di bagian akhir, mereka berlagak seolah-olah mengalami kondisi disabilitas. Banyak netizen menilai aksi tersebut nggak lucu dan justru sangat menyakitkan. Kabarnya, tren ini sebenarnya merupakan adaptasi dari tren luar negeri. Aslinya, tren tersebut hanya berupa tantangan memindahkan tisu dari satu tangan ke tangan lainnya mengikuti irama musik. Tapi entah kenapa, di Indonesia justru berkembang menjadi parodi yang dianggap menyinggung penyandang disabilitas.
Netizen pun langsung ramai-ramai mengecam konten itu. “Sedih banget karena adikku disabilitas,” tulis seorang netizen. “Demi Allah aku sakit hati sebagai orang tua yang punya anak disabilitas,” tulis netizen lainnya. “Secara nggak langsung ini penghinaan terhadap saudara-saudara kita yang punya keterbatasan fisik,” tulis yang lain.
Dalam kasus ini, ada juga TikToker yang sempat ikut jadi sorotan dan dikecam netizen, yaitu akun @violettaaxandrea atau Xander. Dia dikritik karena beberapa kontennya dianggap menirukan gerakan dan ekspresi yang diasosiasikan dengan penyandang disabilitas dan anak berkebutuhan khusus. Banyak netizen dan aktivis disabilitas menilai konten tersebut nggak lucu dan justru merendahkan kelompok disabilitas.
Ironisnya, karena kontennya ramai dan viral, banyak brand yang justru ngasih endorsement. Bahkan sebagian videonya digunakan untuk promosi produk dan kerja sama komersial. Akibatnya, banyak orang menilai ia semakin terkenal karena konten yang dianggap mengejek penyandang disabilitas. Setelah menuai kecaman luas, Xander akhirnya menyampaikan permintaan maaf secara terbuka. Tapi sebagian netizen menilai permintaan maaf itu terlambat karena konten serupa sudah berulang kali dibuat sebelumnya.
Jujur aja, apa yang dilakuin sebagian TikToker dan konten kreator yang ngejadiin disabilitas sebagai bahan bercandaan itu jahat banget. Orang yang lahir dengan disabilitas nggak pernah milih buat lahir dalam kondisi itu. Mereka juga pasti pengen hidup normal dan diperlakukan sama seperti orang lain. Tapi malah ada yang ngejadiin kondisi mereka sebagai bahan konten demi views, likes, dan engagement.
Fyi, disabilitas adalah kondisi ketika seseorang memiliki keterbatasan fisik, intelektual, mental, atau sensorik yang bisa memengaruhi aktivitas sehari-hari. Bentuknya juga macam-macam. Ada disabilitas fisik, seperti kehilangan anggota tubuh atau kelumpuhan. Ada disabilitas sensorik, seperti gangguan penglihatan dan pendengaran. Ada juga disabilitas intelektual yang memengaruhi kemampuan berpikir dan belajar. Serta disabilitas mental atau psikososial yang berkaitan dengan kondisi psikologis seseorang. Masing-masing punya tantangan yang berbeda, tapi mereka tetap punya hak dan kesempatan yang sama untuk hidup dan berpartisipasi di masyarakat. Makanya, jahat banget kalau kondisi seperti ini malah dijadikan bahan olok-olok.
Saya sendiri punya keluarga penyandang disabilitas. Makanya saya sedih banget lihat tren kayak gini mulai dinormalisasi dan diikuti banyak orang. Padahal buat mereka dan keluarganya, hidup itu nggak selalu mudah. Ada banyak tantangan yang mungkin nggak pernah Anda rasain. Anda nggak pernah ngerasain gimana beratnya hidup sebagai penyandang disabilitas. Anda juga nggak pernah ngerasain perjuangan keluarga yang setiap hari ngurus, nemenin, dan ngasih dukungan buat mereka.
Jadi kalau memang nggak bisa bantu, ya minimal jangan ngejek. Jangan bikin mereka sakit hati cuma demi konten beberapa detik. Dan tolong, kalau mau jadi konten kreator, punya sedikit empati dan sensitivitas. Kalau lagi kehabisan ide konten, masih banyak hal lain yang bisa dibahas. Brainstorming kek, cari inspirasi kek, apa aja. Jangan malah ngambil jalan pintas dengan ngeolok-ngolok kelompok yang udah menghadapi banyak kesulitan dalam hidupnya. Yuk jadi konten kreator yang kreatif tanpa harus menyakiti orang lain!


