Uya Kuya, Eko Patrio, Nafa Urbach, dan Deddy Sitorus lagi jadi sorotan netizen. Itu karena pernyataan dan kelakuan mereka yang di luar nurul.
Uya disorot pernyataanya soal momen para anggota DPR yang berjoget gembira di sela-sela Sidang Tahunan MPR pada 15 Agustus lalu. Pelawak yang sekarang duduk di Senayan itu ditanya wartawan soal DPR joget yang viral itu. Masalahnya, jawaban Uya bikin netizen makin geregetan. “Lah, emang kita artis? Kita artis. Kita DPR, tapi kita artis,” katanya dalam video yang diposting akun Instagram @vid3o_lagi_viral, pada 21 Agustus lalu. “Gue tanya sekarang. Anggota DPR emang nggak ada yang nggak ngonten?” tanya politisi PAN itu. “Semua ngonten. Artis ngonten. Netizen juga ngonten,” lanjutnya. Jelas netizen makin murka. Mereka ramai-ramai mengecam Uya. “Kalo lu artis ngapain jadi DPR uyaa…” tulis netizen di kolom komentar. “Siapa sih yg milih orang ini” tulis netizen lain. Begitu seseorang sudah duduk di kursi DPR, latar belakang profesi sebelumnya harusnya udah mereka tinggalin. Soalnya, mereka itu sudah full time sebagai wakil rakyat. Jadi, wajar kalau publik ngamuk.
Hal serupa juga dilakukan Eko Patrio. Bukannya introspeksi setelah dikritik soal joget di sidang tahunan itu, politisi PAN itu malah seolah ‘nantangin’ netizen. Dia posting video ala DJ di akun TikToknya pada 20 Agustus lalu,. Di video, terlihat beberapa orang berseragam PAN yang berjoget di depannya pakai musik dari sound horeg. Captionnya provokatif. “Biar jogednya lebih keren, pakai sound ini aja.” Netizen yang lagi sewot dengan kelakuan anggota DPR yang berjoget di sidang tahunan makin kebakar. Bukannya meredakan kemarahan publik, dia seolah menyiram kemarahan publik dengan bensin.
Selanjutnya, anggota DPR dari Nasdem, Nafa Urbach. Dia mengomentari soal isu gaji DPR Rp3 juta per hari. Dalam live di akun media sosialnya, dia bilang itu salah paham. Katanya, itu bukan gaji tambahan. Tapi, kompensasi karena DPR nggak difasilitasi rumah dinas. Jadi, uang itu, menurutnya, dipakai buat kontrak rumah/kos di sekitar Senayan biar gampang ke kantor. Masalahnya, kontrakan mana yang harganya Rp3 juta per hari? Netizen langsung ngakak sekaligus emosi.
Lalu ada anggota DPR daru PDIP, Deddy Sitorus. Dia juga bikin statement yang makin bikin panas kuping netizen. Waktu ditanya soal tunjangan rumah DPR, dia jawab dengan jawaban arogan. Menurutnya, nggak bisa dibandingin antara anggota DPR dengan rakyat jelata kayak tukang becak atau buruh. Bahkan, dia nyebut perbandingan itu sebagai ‘sesat logika’. “Ya kan aneh kamu membandingkan dengan gaji UMR,” katanya. Astagfirullah!
Uya, Eko, Nafa, sampai Deddy adalah contoh anggota DPR yang memalukan. Mereka nggak sungkan menunjukkan pernyataan atau tindakan yang mencederai kepercayaan rakyat kepada mereka selaku wakil rakyat. Bukannya empati, mereka malah meledek dan menyakiti perasaan rakyat. Ingat, DPR dan partai politik itu 2 institusi yang kepercayaan publiknya sangat rendah dibanding institusi yang lain. Politisi dan anggota DPR selalu saja tersandung kasus korupsi, malas bekerja, dan bergaya hidup mewah. Jangan sampai publik makin skeptis sama politisi dan anggota DPR. Yuk, jadi politisi dan anggota parlemen yang pahami perasaan rakyat!


