Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana mandi pake air gallon? Wah, nggak salah tuh? Kalau dia lagi di kantor sih nggak masalah, tapi kalau lagi kunjungan kerja ke daerah, apa nggak repot stafnya? Jadi, beredar kabar kalau tiap kali kunjungan kerja ke daerah, dia suka minta air galon bukan buat diminum, tapi buat mandi.
Cerita ini pertama kali muncul dari unggahan warganet plus curhatan sejumlah staf daerah yang ngaku kerepotan nyiapin galon-galon air cuma buat kebutuhan pribadi sang menteri. Info itu langsung viral di media sosial dan jadi bahan kritikan pedes. Ada juga seorang netizen yang ngaku sebagai pegawai Kemenpar. Dia spill kalau Widi sering kasih permintaan yang nyusahin tiap mau kunjungan kerja.
Kabar ini bisa dilihat di akun instagram @kilat.media, 18 September lalu. Di video itu terlihat sebuah cuplikan layar yang nampilin kalau si pegawai ngeluh soal kinerja Widi. “… Aku kerja di pariwisata. Ini orang ngaco bikin kebijakan programnya,…” tulis netizen yang mengaku pegawai. “Keknya dia taunya pariwisata tu cuma jalan-jalan dan promosi aja deh. Padahal, ngomongin strategi, pariwisata tu nggak sesederhana itu” “Pusing kepala ini kalau mau ngikutin programnya dia” lanjutnya.
Pegawai ini juga bilang kalau Widi “Zero leadership”, gabisa kontrol emosi dan semaunya. “Ga mikirin pariwisata mau diapain, hanya sibuk ngurus foto cantiknya aja (kayaknya semua udah pada tau ya” tulisnya. Sampai video ini dibuat, belum ada klarifikasi dari pihak Widi. Netizen pun ramai-ramai berkomentar. ” Malu bu…jika merasa gak bisa kerja…mending mundur dech bu…kasih kesempatan buat org yg berkompeten” tulis seorang netizen. “Habis buat beli aqua pajak kita” tulis netizen lain. “Dari lahir udah priyayi gimana mau ngeblangsak ke daerah daerah mandi keringet, duh…” tulis yang lain.
Btw, ini bukan pertama kalinya Widi jadi bahan omongan soal gaya hidupnya yang mewah. Misalnya, ketahuan pakai tas Ella & Glo seri “Mikayla” seharga Rp 5,1 juta waktu Retreat Kabinet di Magelang. Belum lagi kacamata Bottega Venetta Rp6,8 juta. Waduuuh, fantastis banget kan?
Yaa sebenernya mandi pake air galon itu wajar aja kalau emang darurat, misalnya listrik mati, air nggak ngalir. Tapi kalau tiap kunjungan kerja mintanya air galon buat mandi? Yaaa, ribet lah. Kasian stafnya kelimpungan nyari galon padahal bisa dipakai buat urusan yang lebih penting. Apalagi ini di pelosok. Double effort banget.
Seorang menteri itu kan harusnya jadi contoh: sederhana, profesional, fokus kerja, bukan malah flexing kemewahan dan bikin permintaan nyusahin. Rakyat sekarang udah cukup pusing mikirin ekonomi, jangan ditambah liat pejabat yang sibuk gaya hidup glam. Flexing barang branded atau drama “mandi air galon” tuh nggak bikin wibawa naik, malah makin bikin citra pemerintah jeblok.
Yang rakyat pengen lihat tuh kerja nyata: pariwisata maju, destinasi bagus, banyak lapangan kerja. Bukan soal tas mahal atau drama mandi galon. Pejabat publik sebaiknya nggak nyusahin orang, dan inget kalau tugas utama mereka itu ngasih pelayanan terbaik buat rakyat. Yuk jadi pejabat yang down to earth!


