Gerombolan Rismon CS kelewatan banget deh! Bayangin, satpam yang lagi bertugas malah jadi bahan bullying dia dan gerombolannya. Hati mereka terbuat apa sih sampai se-jahat itu? Jadi, gerombolan Rismon CS mendatangi Kantor Kementerian Pendidikan Dasar Menengah (Kemendikdasmen) di Jakarta pada 22 September lalu. Tujuan mereka datang ke sana untuk menanyakan soal penyetaraan ijazah Wapres Mas Gibran Rakabuming Raka dari Singapura dan Australia. Mereka menuntut klarifikasi terkait keabsahan ijazah setara SMA milik Wapres Gibran yang jadi syarat pencalonan presiden/wakil presiden berdasarkan UU Pemilu.
Di lokasi, mereka nggak diizinkan masuk ke ruangan kantor yang ada di lantai 5. Mereka dihadang satpam yang memang bertugas di sana. Nah, di sinilah situasi mulai memanas karena ada penolakan dari pihak keamanan. Tampak dalam video yang viral di media sosial Rismon ngamuk-ngamuk. “Kemaren tuh nggak ada satpam,” katanya kesal. “Pejabat cuma menghadirkan satpam yang dibayar negara juga,” lanjutnya dengan nada sinis.
Di Lokasi, satpam sedang bertugas dan mencoba menghadang gerombolan Rismon CS sesuai prosedur. Di video juga terlihat jelas, satpam cuma berdiam diri sambil menjaga pintu masuk ke ruangan kantor. Satpam malah dicaci maki dan dipermalukan di depan umum oleh Rismon. Bahkan dijadikan bahan tertawaan mereka segala! Yang paling nggak pantas tuh, terdengar jelas suara salah seorang ibu dari gerombolan Rismon CS. Dia bilang dengan entengnya, “Bapak kalau mau pipis, pipis aja pak, daripada ngompol”.
Alhasil, di media sosial banyak banget netizen yang merasa iba sama satpam tersebut. Mereka nggak terima lihat ada orang yang dibully cuma gara-gara menjalankan tugasnya. Komentarnya pun beragam dan banyak yang membela satpam. “Sabar ya pak, pekerjaan bapak lebih mulia dari Rismon,” komen seorang netizen. “Lebih intelek satpam daripada Rismon,” komen yang lain.
Apa yang dilakukan Rismon dan gerombolannya kepada satpam tersebut menunjukkan kualitas Rismon dan gerombolannya. Rismon dan gerombolannya nggak punya hati nurani. Rismon dan gerombolannya dengan entengnya menghina dan merendahkan orang lain yang status sosialnya dianggap mereka lebih rendah. Dari sini jelas banget terlihat tingkat moral Rismon dan gerombolannya. Orang yang suka mem-bully orang lain yang dianggap lebih rendah menunjukkan tingkat moral yang buruk sekali. Apa yang dilakukan Rismon dan gerombolannya sama aja melecehkan profesi satpam secara keseluruhan.
Kami dari Gerakan PIS berempati dan mengapresiasi satpam tersebut. Dia tetap bersikap tenang dan profesional meski diperlakukan nggak pantas. Satpam tersebut lebih mulia dibanding Rismon dan gerombolannya. Apapun pun profesinya, semua orang berhak diperlakukan dengan hormat. Nggak ada profesi yang rendah. Nggak ada pula profesi yang tinggi. Yang membedakan cuma skala dan beban tanggung jawabnya. Dari peristiwa ini kita bisa belajar Rismon dan gerombolannya ini nggak layak jadi panutan. Mereka ngaku intelek tapi kelakuannya kayak preman. Ngakunya pejuang kebenaran tapi cara yang dilakukan nggak beradab.
Semoga makin banyak warga yang terbuka matanya melihat sepak terjang Rismon dan gerombolannya. Sehingga kita nggak terbuai lagi dengan mulut dan sikap beracun Rismon dan gerombolannya! Solidaritas kita untuk satpam korban arogansi Rismon dan gerombolannya!


