Kenapa Komdigi Blokir Wikimedia Commons?

Published:

Serius Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) blokir Wikimedia Commons? Emang apa yang terjadi sih? Wikimedia Commons itu bukan Wikipedia biasa. Ini adalah “gudang” penyimpanan jutaan foto, video, dan file multimedia berlisensi bebas yang digunakan oleh Wikipedia dan proyek Wikimedia lainnya. Tanpa Wikimedia Commons, Wikipedia kehilangan sebagian besar konten visualnya.

Nah, per tanggal 25 Maret lalu, Komdigi resmi memblokir akses ke situs commons.wikimedia.org di seluruh jaringan internet Indonesia. Pengumuman ini pertama kali disampaikan lewat akun resmi Wikipedia bahasa Indonesia, @idwiki, di platform X. Tapi ini bukan pemblokiran yang tiba-tiba datang tanpa alasan, lho. Ada kronologinya yang panjang.

Sejak 25 Februari 2026, Komdigi udah lebih dulu membatasi fitur login di subdomain auth.wikimedia.org. Jadi, para kontributor Wikipedia dari Indonesia sudah nggak bisa login atau daftar akun baru sejak sebulan sebelumnya. Alasannya satu, Wikimedia Foundation belum mendaftarkan diri sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik atau PSE Lingkup Privat di Indonesia. Kewajiban ini diatur dalam Permenkominfo Nomor 5 Tahun 2020. Intinya, setiap platform digital besar yang beroperasi di Indonesia wajib mendaftar ke pemerintah.

Dirjen Pengawasan Ruang Digital Komdigi, Alexander Sabar, negasin bahwa status non-profit bukan alasan untuk dikecualikan dari aturan ini. Wikimedia tetap wajib memenuhi kewajiban perlindungan data pribadi warga negara Indonesia. Pemerintah sebenarnya sudah mengapresiasi komunikasi dari pihak Wikimedia soal komitmen mereka untuk mendaftar. Tapi karena prosesnya belum selesai, Komdigi akhirnya mengambil langkah lebih tegas, yaitu blokir total Wikimedia Commons.

Dampaknya langsung terasa. Gambar-gambar di Wikipedia mulai nggak bisa ditampilkan secara normal di Indonesia. Para editor Wikipedia Indonesia juga nggak bisa login untuk mengelola dan memperbarui artikel. Wikipedia Indonesia menyebut pemblokiran ini membatasi ruang gerak kontributor dalam menyebarkan pengetahuan secara bebas. Netizen pun ramai bereaksi, banyak yang khawatir Wikipedia sepenuhnya akan diblokir. Tapi Komdigi menegaskan bahwa akses membaca artikel Wikipedia tetap berjalan normal ya. Pemblokiran ini hanya menyasar Wikimedia Commons dan fitur autentikasi, bukan Wikipedia secara keseluruhan.

Nah! Kabar baiknya, nggak lama setelah pemblokiran, Komdigi membuka kembali akses ke commons.wikimedia.org! Pihak Wikimedia menyampaikan bahwa situs Wikimedia Commons sudah bisa diakses kembali oleh pengguna Indonesia. Tapi… ada tapinya. Domain auth.wikimedia.org masih diblokir sampai sekarang. Artinya, fitur login dan pendaftaran kontributor Wikipedia Indonesia masih belum bisa digunakan. Komdigi menyatakan normalisasi penuh akan dilakukan setelah proses pendaftaran PSE dari Wikimedia terverifikasi resmi. Pemerintah juga menyediakan kanal bantuan teknis di laman pse.komdigi.go.id untuk mempercepat proses pendaftaran ini.

Intinya, bahkan platform sebesar Wikipedia pun nggak luput dari aturan regulasi digital Indonesia. Di satu sisi, pemerintah punya hak dan kewajiban untuk memastikan platform global melindungi data warga Indonesia. Di sisi lain, Wikipedia adalah salah satu sumber pengetahuan terbuka terbesar di dunia yang manfaatnya dirasakan jutaan orang. Kalau konflik ini berlarut-larut, yang rugi ya kita semua, terutama para pelajar, mahasiswa, dan siapa pun yang mengandalkan Wikipedia sebagai sumber referensi.

Harapannya, Wikimedia Foundation segera menuntaskan kewajiban pendaftaran PSE-nya. Dan pemerintah juga mempercepat proses verifikasi agar semua layanan Wikimedia bisa normal kembali sepenuhnya. Karena akses terhadap pengetahuan itu adalah hak semua orang. Kita pantau terus perkembangan kasus ini. Kalian bisa cek langsung status akses Wikipedia dan Wikimedia Commons di browser masing-masing. Yuk, kawal bareng isu kebebasan akses pengetahuan digital di Indonesia!

Artikel Terkait

Terbaru

spot_img