Mengerikan! Banyak Perempuan Alami Pelecehan Seksual Di Tanah Suci

Published:

Jakarta, PIS – Kawan PIS, pernah dengar kan kasus pelecehan seksual ketika umroh yang bikin heboh baru-baru ini? Ternyata, itu bukan kasus yang pertama loh. Saat ini muncul testimoni tentang pelecehan seksual di Tanah Suci dari perspektif korban.

Salah satunya, jemaah perempuan bernama Bella. Bella mengaku jadi korban pelecehan seksual di Masjidil Haram tahun 2013. Dia dilecehkan ketika melalui kerumunan jemaah dan berhimpit-himpitan.

“Nggak mungkin dong di Tanah Suci ada yang aneh-aneh,” kata Bella ke BBC Indonesia. Tapi dia shock ketika ada yang melecehkannya. Bella marah dan melototi pelaku. Tapi pelaku malah tersenyum seolah bangga melakukan itu.

Cerita sedih yang sama juga diungkap Anggi. Anggi mengaku jadi korban pelecehan seksual ketika haji tahun 2004. Anggi bahkan dilecehkan sampai tiga kali. Karena itu, Anggi trauma kembali ke Tanah Suci.

Korban pelecehan seksual di Tanah Suci sering tidak pernah mendapat keadilan, Kawan PIS. Itu karena ada pandangan tidak mungkin ada pelecehan seksual di Tanah Suci. Atau, pandangan lain pelecehan seksual itu karma atas perbuatan korban sebelumnya di tanah air.

Asal Kawan PIS tahu, tahun 2018 viral tagar #MosqueMeToo di media sosial. Tagar itu #MosqueMeToo digemakan agar korban pelecehan seksual di Mekkah dan Madinah berani bicara.

Intelektual muslim, Lies Marcoes, bilang banyak jemaah perempuan Indonesia yang berpotensi besar jadi korban pelecehan seksual. Itu karena Indonesia negara pengirim jemaah terbesar se-dunia.

Untuk itu, Lies mendesak pemerintah mengumpulkan data dan fakta soal pelecehan seksual selama di sana. Data dan fakta itu bisa jadi dasar untuk menyusun langkah pencegahan dan penanganan.

Selain itu, pemandu haji dan umroh juga harus dibekali kemampuan menangani dan menghadapi laporan pelecehan seksual dari korban. YUK, BERSAMA LAWAN PELECEHAN SEKSUAL!

Artikel Terkait

Terbaru

spot_img