Kapolres Kulon Progo Dicopot Buntut Penutupan Patung Bunda Maria

Published:

Jakarta, PIS – Kasus penutupan patung Bunda Maria dengan terpal di Kulon Progo, Yogyakarta, berbuntut panjang. Kapolres Kulonprogo, AKBP Muharomah Fajarini, dicopot. Alasan pencopotan sebenarnya masih belum diketahui. Kabarnya, itu hanya rotasi jabatan yang wajar di tubuh Polri.

Tapi, publik beranggapan pencopotan itu wujud keseriusan Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo, menindak aparat yang tunduk kepada kelompok intoleran. Sebelumnya, viral video yang menunjukkan patung Bunda Maria ditutupi terpal.

Sempat ada narasi dari polisi bahwa penutupan itu karena desakan ormas. Mereka merasa terganggu dengan keberadaan patung itu, khususnya saat beribadah. Tapi, belakangan, pihak kepolisian minta maaf atas kesalahan informasi itu.

Kapolres Muharomah bilang penutupan itu karena murni keinginan pemilik rumah doa. Tapi publik banyak yang nggak percaya dan menuding Kapolres Muharomah ingin menyembunyikan fakta sebenarnya.

Pencopotan Kapolres Muharomah sangat pantas kita apresiasi. Itu artinya, kepolisian serius melakukan pembenahan internal. Sehingga diharapkan nggak ada lagi petinggi kepolisian yang tunduk, apalagi bermain-main dengan kelompok intoleran.

Aksi intoleran sering terjadi karena adanya pembiaran dari aparat kepolisian dengan alasan tidak bertambah rusuh. Padahal, tugas kepolisian seharusnya mencegah dan bersikap tegas dengan siapapun yang melakukan aksi intoleransi. Yuk, kita dukung kepolisian berani menindak tegas kelompok intoleran!

Artikel Terkait

Terbaru

spot_img