Acara PSI sedang ngopi bareng bersama 17 organ relawan Presiden Jokowi diprovokasi partai sebelah. Peristiwanya terjadi pada Minggu 17 Desember lalu di Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Saat acara sedang berlangsung, tiba-tiba datang ke tempat acara segerombol pemotor dengan menggeber gas motornya sambil ngibarin bendera PDI Perjuangan. Dalam bendera itu, selain gambar banteng, tertulis juga kalimat ‘Banteng Pekok Growkid Juwana’. Tidak sekedar menggeber gas, salah satu dari mereka bahkan ada yang nekat memasuki plataran rumah makan tempat acara.
Ketua Umum PSI, Kaesang Pangarep awalnya mengira kalau massa itu merupakan Komunitas 2 Tak yang ingin memamerkan motornya. Dia juga mengira kalau massa itu juga mencoba menyapa PSI. Ternyata tidak demikian, mereka sepertinya justru berniat memprovokasi acara PSI. Kaesang sempat keluar, berniat menghampiri para pemotor, tapi mereka langsung kabur.
Setelah itu Kaesang menenangkan para peserta acara. Dia meminta kader-kader PSI untuk tenang mendapati provokasi seperti itu.
“Wis ra usah wedi, ra usah wedi. Selama kita menyuarakan suara rakyat, rakyat bersama kita, ndak usah takut. Nggih,” ucap Kaesang.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSI, Raja Juli Antoni juga angkat suara soal aksi penggeberan kubu sebelah kepada PSI. Antoni mengaku terkejut, pasalnya acara itu sudah dipersiapkan dan mendapatkan izin dari pihak berwajib. Menurut Antoni aksi yang disebutnya sebagai provokasi kecil itu tidak sampai menyulut amarah relawan PSI. Dia juga bilang, kalau niat massa itu untuk menakut-nakuti, PSI justru tidak takut.
PSI juga tidak akan membalasnya. Katanya, PSI akan mengikuti pemilu secara damai, santun dan santuy. Bagi PSI, yang dipertandingkan adalah gagasan, bukan otot dan provokasi.
Mudah-mudahan kejadian seperti ini tidak terulang lagi ya. Yuk, ciptakan politik damai dan tanpa provokasi!


