Kondisi Papua saat ini menyedihkan deh. Bayangin, kerusuhan terjadi di Jayapura, Papua, nggak lama setelah jenazah Lukas Enembe dibawa ke sana. Kerusuhan terjadi saat ribuan massa mengantar jenazah Lukas. Kerusuhan terjadi sejak siang sampai malam hari. Massa merusak sejumlah fasilitas publik. Sekitar 25 ruko dibakar massa. Kantor bank dan mobil aparat keamanan dilempari dengan batu.
Beberapa kendaraan rusak berat. Sejumlah orang dilaporkan terluka dalam kerusuhan itu. Bahkan sejumlah aparat TNI-Polri terluka dalam insiden itu, termasuk Kapolda Papua Inspektur Jenderal (Irjen) Mathius Fakhiri. Suasana Jayapura saat ini terlihat mencekam. Warga Papua takut kerusuhan pada 2019 akibat kasus rasisme terulang kembali. Aparat sudah berusaha memukul mundur massa yang bertindak anarkis, tapi nggak membuat mereka jera. Tokoh Papua dan tokoh agama minta masyarakat tenang dan nggak menganggu ketertiban.
Polisi sedang menyelidiki penyebab kerusuhan ini. Kapolri, Listyo Sigit, memastikan kerusuhan sudah bisa diantisipasi dan situasi di sana aman terkendali. Saat ini jenazah Lukas sudah ada di rumah duka dan selanjutnya akan dimakamkan di wilayah Koya Tengah. Sebanyak 1500 personel gabungan didatangkan untuk mengamankan pemakaman jenazah Lukas. Dikit info ya! Lukas adalah Gubernur Papua dua periode sejak April 2013. Lukas terjerat kasus kasus suap dan gratifikasi.
Pengadilan menyatakan Lukas terbukti menerima suap sebesar Rp. 19,6 miliar. Lukas divonis 8 tahun penjara dan uang pengganti sebesar Rp. 19,6 miliar. Saat menjalani masa tahanan, Lukas dibawa RSPAD Gatot Subroto, Jakarta, Lukas meninggal akibat gagal ginjal.
Semoga kondisi di Papua segera aman dan terkendali ya! Solidaritas kita untuk warga Papua!


