Politikus Belanda anti Islam, Geert Wilders, akhirnya mencabut RUU Pelarangan Masjid dan Al Quran. Dia terpaksa bersikap lunak karena selama ini nggak kunjung mendapat teman koalisi. Pembatalan RUU ini menjadi kunci bagi Wilders dan partainya Dutch Freedom Party (PVV) untuk menarik sedikitnya tiga partai besar lain untuk bergabung dalam koalisi. Dengan begitu, dia bisa membentuk pemerintahan baru Belanda yang solid. Minggu lalu, Wilders bilang akan menghapus rancangan legislasi yang diusulkan tahun 2018 itu.
Rancangan ini sebelumnya memunculkan kontroversi karena menyuarakan pelarangan masjid dan Al Quran. Langkah ekstrem Wilders ini banyak ditentang karena mengancam masyarakat Belanda yang multikultural. Sekaligus jadi hambatan untuk mendapatkan dukungan tiga partai arus utama. Salah satunya Partai Kontrak Sosial Baru (NSC). Pimpinan NSC, Peter Omtzigt, menentang kebijakan Wilders yang dianggapnya melanggar Konstitusi Belanda. Khususnya soal kebebasan beragama yang dijunjung tinggi oleh konstitusi.
Nah, pekan ini Wilders dijadwalin akan melanjutkan pembicaraan pembentukan koalisi dengan Omtzigt, dan dua pemimpin partai lain. Nantinya, ada tiga usulan legislasi PVV yang akan dibatalkan. Salah satunya adalah proposal tahun 2018 yang berisi larangan terhadap “ekspresi Islami”. Di dalam teks RUU usulan Wilders, Islam dicap sebagai agama yang penuh dengan kekerasan dan merupakan ideologi totaliter. RUU itu juga berisi larangan terhadap masjid, Qur’an, sekolah-sekolah Islam, penggunaan burqa (cadar menutupi mata) dan niqab (cadar tidak menutupi mata).
Dikit info ya! Wilders dan partainya PVV memenangkan pemilihan umum di Belanda secara dramatis pada November lalu. Partainya memperoleh kursi terbanyak, yaitu 37 kursi di majelis parlemen. Masalahnya, Wilders masih butuh dukungan mayoritas agar bisa membentuk pemerintahan baru Belanda. Setidaknya, dia masih butuh tambahan 39 kursi dari partai lain. Nah, dengan pencabutan RUU ini, Wilders berharap bisa dapat kepercayaan dan dukungan dari tiga partai moderat lainnya. Kita tunggu ya proses perundingan selanjutnya.
Semoga pencabutan RUU ini, benar-benar menunjukkan perubahan sikap politik Wilders yang lebih moderat ya. Junjung tinggi keberagaman!


