Apa Salahnya Murid SD Berjoget Gemulai saat Kelulusan?

Published:

Video murid SD yang joget saat kelulusan di julidin netizen. Emang, apa yang salah dari murid itu? Jadi, viral video murid SD yang joget saat kelulusan yang diposting akun X @hell_hidayat yang disebut-sebut salah satu guru di SD itu. Dalam video itu, terlihat sekelompok murid SD bersama beberapa guru bergembira memperagakan gerakan tangan diiringi lantunan musik. Gerakan para murid dan guru itu dipimpin seorang murid laki-laki yang berada di depan barisan. Murid laki-laki itu membuka video dengan joget yang gemulai.

Para murid dan guru yang ikut dalam video itu terlihat ceria dan antusias. Bukannya ikut senang, sebagian netizen justru berkomentar negatif, terutama pada murid SD yang memimpin gerakan joget. “Msh SD udh jd boti?” tulis netizen julid. “Terlalu menormalisasi kan begini sih jdi bnyk bgt yg begini,” komen yang lain. “Astaghfirullah ini guru2nya ga ada yg negur apah,” komen lainnya. “ya Allah selamatkanlah generasi penerus bangsa ini …,” komen lainnya lagi. Akun @hell_hidayat bersuara terkait video yang viral itu. Menurutnya, video itu bagian dari acara kelulusan salah satu SD di Karawang, Jawa Barat, yang diselenggarakan sekolah. Dia juga bilang murid SD yang jadi pemimpin gerakan joget itu memang hobi menari dan aktif dalam kegiatan kesenian di dalam dan di luar sekolah. Dia menyayangkan komentar negatif, ejekan, dan hujatan kepada murid SD itu.

“Perlu kita sadari bahwa setiap anak berhak untuk berekspresi dan menunjukkan bakatnya tanpa takut dihakimi,” tulisnya dalam rilis klarifikasi yang beredar. Apa yang disampaikan guru SD ini keren banget. Dia memberikan ruang bagi muridnya untuk mengembangkan bakatnya, terutama soal seni. Dia juga memfasilitasi bakat muridnya itu tampil di acara sekolah. Dia juga pasang badan ketika muridnya itu dihujat hanya karena mengekspresikan bakatnya. Andai semua guru kita seperti guru SD di Karawang itu ya. Andai sebagian netizen julid emang peduli sama kualitas murid SD. Harusnya mereka mendorong kualitas anak-anak kita, khususnya di bidang akademik.

Bayangin, menurut data Programme for International Student Assessment (PISA) 2022, kemampuan akademik anak-anak kita di papan bawah. FYI, PISA ini semacam ujian bareng dunia buat mengukur kemampuan anak dalam matematika, membaca, dan sains. Evaluasi internasional per 3 tahun ini dilakukan Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD). Dalam kemampuan matematika, skor anak-anak kita 366, sementara rata-rata negara OECD 472. Dalam kemampuan membaca, skor anak-anak kita 359, sementara rata-rata negara OECD 476. Dalam kemampuan sains, skor anak-anak kita 383, sementara rata-rata negara OECD 485.

Data PISA Ini bukan cuma soal angka. Ini soal masa depan anak-anak kita. Ini soal masa depan negara kita. Kita harus mengejar ketertinggalan kita dalam soal pendidikan. Pelatihan guru harus diintensifkan. Ketimpangan akses pendidikan harus merata. Belajar yang mementingkan hafalan harus diubah jadi penguatan pemahaman. Nggak ada yang salah dengan bergembira ketika kelulusan dengan berjoget-joget. Tapi jangan dilupakan soal pentingnya kemampuan membaca kritis, menghitung dengan logika, dan memahami dunia di sekitar. Bukankah kita ingin generasi mendatang bisa bebas ekspresi, tapi juga berkualitas secara akademik? Yuk, perbaiki mutu pendidikan kita.

Artikel Terkait

Terbaru

spot_img