Apakah Ustadzah Waria Layak Dihujat Dan Dilarang Berceramah?

Published:

Bolehkah seorang waria muncul sebagai ustadzah yang berceramah soal agama? Kalau saya yang ditanya, ya saya akan jawab, boleh dong. Kalau Anda tidak setuju, juga oke-oke saja. Tapi ini jadi penting karena viral di sosmed soal sosok Ustadzah NU yang diduga seorang waria. Nama Ustadzah itu Shuniyya Ruhama, dikenal sebagai ustadzah NU sekaligus pengurus Gusdurian Kendal, Jawa Tengah. Gak cuma itu, dia juga tercatat sebagai pengelola Pondok Pesantren Al Istiqomah Weleri.

Shuniyya dikenal sebagai ustadzah yang sering kasih ceramah seputar kehidupan rumah tangga dan akhlak. Selain ceramah, dia juga jago di bidang seni sebagai pengrajin batik berbakat. Studio batiknya ada di Jalan Gunung Mas, Penaruban, Weleri. Brand-nya namanya Batik Shuniyya. Karyanya khas banget, pakai teknik canting elektrik dan motif kayak Kembang Suweg. Pembelinya sampai ke Amerika, Rusia, Afrika, bahkan Ceko.

Isu soal identitas Shuniyya jadi viral sejak akun X @gasmedsos ngepost video dan foto Shuniyya sambil nyebutin nama aslinya, yaitu Eko, 30 Mei lalu. Dalam video itu, Shuniyya nampak pakai gamis dan jilbab putih, kasih ceramah tentang cara menghadapi suami nyebelin dengan gaya santai dan lucu. Tapi kemudian di caption tertulis, “Waria berkedok ustadzah, Shuniyya Ruhama alias Eko, simak faktanya dengan lengkap.” “Kok bisa ya dikasih panggung seperti ini. Ada apa dengan negaraku sekarang?” lanjutnya. Gara-gara postingan itu, akun IG Shuniyya pun langsung diserbu. Padahal akunnya udah gak aktif sejak 2023. Postingan terakhirnya dibanjiri lebih dari 700 komentar, isinya dari kecaman, hujatan, sampai ajakan “balik ke kodrat”. “Sudah mas gk usah jadi ustadzah2an ,, ayo muat pasir aja, cari duit halal” tulis seorang netizen di kolom komentar. “Wajah lakinya kentara bgt itu” tulis netizen lain. Seorang netizen juga ngungkit video Kick Andy tahun 2014 berjudul “Terjebak Dalam Raga yang Salah”, yang nampilin Shuniyya sebagai narasumber.

Di video itu, dia ngaku lahir sebagai laki-laki, tumbuh sebagai laki-laki, tapi saat umur 18 tahun, mulai tampil sebagai perempuan dan berjilbab. Sampai sekarang, Shuniyya belum kasih pernyataan langsung soal tudingan ini. Reaksi para netizen itu tentu bisa dipahami. Tapi pertanyaannya, apakah itu cukup adil pada Shuniyya? Ilmu pengetahuan menunjukkan seorang pria bisa saja menjadi waria sejak lahir. Fisiknya laki-laki tapi psikisnya perempuan, dan itu sudah dirasakan sejak lahir. Mereka merasa sebagai perempuan dalam tubuh laki-laki.

Bisa dibilang orang seperti Shuniyya ditakdirkan oleh Tuhan menjadi waria. Karena itu, apakah itu berarti dia gak layak ngomongin agama? Apa semua nasihat baik yang dia kasih harus langsung dianggap gak sah? Selama yang disampaikan itu bener, gak nyimpang, dan niatnya baik—kenapa harus dipermasalahkan? Dalam Islam sendiri, dakwah itu tugas semua Muslim, bukan cuma milik ulama atau orang yang kita anggap “suci”. Dunia ini luas, dan jalan orang menuju Tuhan juga beda-beda. Tuhan sendiri menciptakan bukan cuma pria dan perempuan, tapi juga yang di antara. Kalau pun kamu gak setuju, sampaikan dengan sopan, bukan caci maki. Yuk jadi netizen yang bijak!

Artikel Terkait

Terbaru

spot_img