Jakarta, PIS – Jelang kickoff Piala Dunia U-20 2023, kedatangan Timnas Israel mendapat penolakan. Itu terjadi di Argentina selaku tuan rumah. Semula kedatangan Timnas Israel disambut hangat 80 anggota komunitas Yahudi di Buenos Aires.
Penyambutan dilakukan di hotel tempat menginap Timnas Israel pada 15 Mei lalu. Tapi, pada waktu yang bersamaan, berlangsung aksi demonstrasi penolakan kehadiran Timnas Israel. Lokasinya beberapa blok dari hotel.
Demonstrasi penolakan itu digelar buat memperingati Hari Nakba yang diperingati setiap 15 Mei. Hari Nakba artinya hari malapetaka. Ketika itu, 15 Mei 1948, sekitar 750 ribu warga Palestina dipaksa meninggalkan rumah mereka karena wilayah itu diduduki Israel.
Demonstrasi itu dianggap sebagai bentuk solidaritas Argentina terhadap penderitaan rakyat Palestina. Tahu kan yang sebenarnya jadi tuan rumah Piala Dunia U-20 itu Indonesia. Tapi belakangan status kita sebagai tuan rumah dicabut FIFA.
Itu karena muncul gelombang penolakan dari sejumlah ormas, pejabat publik, dan kader partai politik tertentu. Presiden Jokowi sudah menugaskan tim untuk melobi FIFA untuk mengurungkan keputusan FIFA.
Presiden bahkan menjamin Timnas Israel bisa tetap ikut bertanding. Tapi keputusan FIFA sudah bulat dan menyerahkan status tuan rumah ke Argentina. Mungkin FIFA menganggap penolakan terhadap Timnas Israel seperti yang terjadi di Indonesia nggak akan terjadi di Argentina.
Anyway, perjuangan rakyat Palestina jelas harus didukung. Sebaliknya, pendudukan yang dilakukan Israel harus dikecam. Tapi, Piala Dunia U-20 adalah turnamen olahraga. Tidak sepantasnya turnamen olahraga dicampur adukkan dengan urusan politik. Gimana pendapat kamu soal isu ini? Komen di bawah ya!



