Setelah dihujat gara-gara statementnya yang bandingin ajaran agama Kristen dan Islam, Pendeta Gilbert Lumoindong akhirnya minta maaf. Gak cuma meminta maaf ke publik, Pendeta Gilbert juga temuin para pimpinan MUI dan PBNU untuk jelasin kejadian sebenarnya. Pada intinya dia gak berniat buat menistakan agama Islam. Statement itu dia utarain sebagai ‘gurauan internal’ dalam gereja itu saja. Tapi sayangnya guyonan itu tersebar, diedit dan dipotong oleh pihak tak bertanggung jawab.
Alhamdulillahnya, Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) satu suara untuk memaafkan dan mendorong perdamaian umat. Tapi mereka juga berpesan agar kejadian ini bisa jadi pelajaran bagi Pendeta Gilbert dan masyarakat lainnya. Agar tidak menggunakan ajaran atau ritual agama sebagai bahan bercandaan.
Kita doain aja semoga kejadian ini tidak terulang lagi ya. Yuk saling memaafkan dan menjaga perdamaian umat!



