Bongkar Keterlibatan AS dan Perusahaan Besar terhadap Genosida di Gaza, Pelapor Khusus HAM PBB Didesak Dipecat

Published:

Gara-gara menuduh Israel melakukan genosida di Gaza, PBB didesak memecat pegawainya yang melaporkan kondisi HAM di Palestina. Nama pegawai PBB itu Francesca Albanese. Dia Pelapor Khusus HAM PBB di wilayah Palestina berkebangsaan Italia. Albanese juga sarjana hukum dan ekspert di bidang HAM.

Desakan pemecatan Albanese itu berasal dari Amerika Serikat pada 20 Juni lalu. Itu bermula saat dia merilis laporan dan pernyataan terkait kondisi di Gaza pada 26 Maret lalu. Albanese menuduh Israel melakukan genosida di Gaza. Dia kasih bukti jelas. Di antaranya penghancuran massal infrastruktur sipil dan blokade total yang menghalangi masuknya bantuan kemanusiaan. Dia juga singgung soal pola pembunuhan sistematis terhadap warga sipil yang dilakukan Israel.

Albanese juga menuntut Amerika Serikat bertanggung jawab karena terbukti mendanai dan memasok senjata ke Israel. Juga terus memveto upaya gencatan senjata di Dewan Keamanan PBB. Kemarahan terhadap Albanese memanas pada 1 Juli lalu. Dia mempresentasikan laporan “genosida ekonomi” ke Dewan HAM PBB di Jenewa. Menurutnya, ada 60 perusahaan yang ditudingnya mengambil keuntungan dari genosida di Gaza lewat kontrak teknologi, sistem pengawasan, dan kerja sama militer dengan Israel. Perusahaan-perusahaan itu di antaranya Amazon, Microsoft, Alphabet, Palantir.

Pernyataan dan laporan Albanese itu bikin Amerika Serikat ngamuk. Duta Besar Amerika Serikat untuk PBB, Dorothy Shea, kirim surat resmi ke Sekjen PBB, Antonio Guterres. Isinya, Amerika Serikat minta Albanese dipecat karena dianggap antisemit, pendukung kelompok teroris, dan penyebar fitnah terhadap sekutu Amerika Serikat.

PBB menolak tunduk sama tekanan itu. Guterres tegas bilang dia nggak punya wewenang karena posisi Albanese itu dibentuk dan dilindungi Dewan HAM PBB, bukan Sekjen PBB. Amerika Serikat pantang mundur dan milih gunain kekuasaannya sendiri. Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio, jatuhin sanksi pribadi ke Albanese sejak 9 Juli lalu. Semua aset Albanese dibekuin di wilayah Amerika Serikat. Albanese dan keluarganya juga dilarang masuk ke wilayah Amerika Serikat.

Walau nggak gentar dengan sanksi itu, Albanese mengaku kaget. “Ini bukan tanda kekuasaan, ini adalah tanda rasa bersalah,” ucapnya dalam wawancara dengan The Associated Press. Dia menilai Amerika Serikat mencoba membungkam karena dia membela pihak yang nggak memiliki kekuatan sendiri seperti warga Gaza.

Langkah Amerika Serikat ini mengundang kritik dari banyak pihak. Komisaris Tinggi PBB untuk HAM, Volker Turk, bilang tindakan Amerika Serikat itu. Dia bilang, ini “tindakan berbahaya” yang bisa mengancam independensi Pelapor Khusus PBB dan menekan kebebasan Pelapor Khusus PBB melaporkan pelanggaran HAM secara objektif.

Amnesty International juga angkat suara. Menurut Amnesty International, sanksi dan tekanan terhadap Albanese adalah bentuk intimidasi terhadap penegakan HAM dan harus dihentikan.

Miris ya dengan apa yang dilakukan Amerika Serikat ini. Amerika Serikat seolah menutup mata dengan apa yang terjadi di Gaza. Albanese bukan anti-semit seperti yang dituduhkan kepadanya. Dia juga bukan pendukung kelompok teroris dan penyebar fitnah. Dia bekerja objektif berdasarkan informasi dan fakta yang didapatkannya. Siapapun yang punya rasa kemanusiaan, pasti bersikap sama seperti Albanese.

Kondisi Gaza semakin hari semakin parah dan di luar batas nalar. Israel nggak cuma menghalangi masuknya bantuan kemanusiaan. Israel juga menembaki warga Gaza yang berkerumun di titik distribusi bantuan. Selama sebulan terakhir, lebih dari 549 warga Gaza tewas dan lebih dari 4 ribu luka-luka saat berusaha mendapat bantuan makanan. Belum lagi, informasi Israel diduga menyelundupkan obat adiktif ke dalam tepung bantuan kemanusiaan.

Albanese adalah salah satu figur yang dibutuhkan warga Gaza yang saat ini terancam. Dunia butuh banyak figur yang berani bersuara melawan kejahatan kemanusiaan yang dialami warga Gaza. Solidaritas kita untuk Palestina!

Artikel Terkait

Terbaru

spot_img