Kematian Juliana Marins memasuki babak baru. Kabarnya, pemerintah Brasil akan gugat Indonesia ke Komisi Antar Amerika untuk Urusan Hak Asasi Manusia. Gara-garanya, Tim SAR Indonesia dianggap gak serius berupaya nyelametin Juliana. Buat yang belum tahu, sebelumnya Juliana Marins meninggal saat mendaki Gunung Rinjani, di NTB.
Diduga, Juliana terperosok ke dalam jurang sampai kedalaman 500 meter dari posisi semula. Saat Tim SAR mau menyelamatkan Juliana, mereka kesulitan, karena medannya yang berat. Ditambah cuaca juga tidak mendukung, karena berkabut tebal. Akhirnya Juliana baru bisa ditemukan setelah 3 hari pencarian dalam keadaan sudah meninggal.
Nah pihak keluarga curiga kalau Tim SAR tidak serius menyelamatkan Juliana. Karena saat hari pertama pencarian, Juliana terdeteksi masih hidup. Karena kasus ini, pihak keluarga, netizen Brasil dan netizen Indonesia menjadi tegang. Nah, ketegangan ini bikin pemerintah Brasil bereaksi. Lewat Kantor Pembela Umum Federal (DPU), mereka minta investigasi resmi ke Polisi Federal Brasil.
Katanya, kalau terbukti ada kelalaian, laporan akan diajukan ke Komisi Antar-Amerika untuk Hak Asasi Manusia (IACHR). Tapi apakah itu tepat? IACHR itu kan lembaga regional di kawasan Amerika Latin, dan Indonesia bukan anggotanya. Jadi secara hukum lembaga ini gak punya kewenangan apa pun buat hukum Indonesia. Artinya? Gugatan ini mungkin cuma gertakan politik.
Lebih ke simbolik, biar pemerintah Brasil kelihatan peduli di mata warganya. Apalagi tahun depan di Brasil memasuki tahun politik. Presiden Lula da Silva lagi kena tekanan, karena tingkat ketidakpuasan publik terhadapnya hampir 40%. Mungkin melalui tragedi ini dia lagi cari simpatik.
Melihat ini, netizen Indonesia pun bereaksi. “Di Brazil kasus ini memang sangat besar dan banyak orang yang nyalahin pemerintah Indonesia”. “Ini dijadikan panggung politik aja” komentar salah satu netizen Indonesia. “Ini tuh isu tunggangan politik domestik sana yang bentar lagi pemilu, makannya viral berlarut-larut”, komentar yang lain. Ada juga netizen yang ngingetin Brazil agar lebih perhatian sama kasus di negaranya sendiri. “Mending urusin kasus balon udara yang penumpngnya pada mati di negara mereka sendiri, korbannya lebih banyak noh,” tulis netizen lain lagi.
Memang di hari yang sama dengan evakuasi Juliana, di Brasil sana ada insiden balon udara terbakar. Tapi anehnya insiden itu gak jadi isu besar di sana. Indonesia sendiri udah buka pintu buat evaluasi. Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni bilang ini saat yang tepat buat benahin alat SAR dan komunikasi antar lembaga.
At the end, tragedi ini mestinya jadi momen buat introspeksi ya bagi semua ya, bukan ajang saling tuding. Evaluasi terhadap Tim SAR mungkin memang diperlukan, agar kerja mereka semakin maksimal. Gak salah juga apa yang dilakukan Brasil, karena itu buat melindungi warganya. Buka saja ruang dialog antar pemerintah Brasil dan Indonesia, agar semuanya terbuka. Dan menemukan titik yang perlu diperbaiki. Yuk, pilih jalur damai, jangan kedepankan konflik!


