Emang gokil nehhh netizen +62. Bukannya tantrum setelah Timnas Indonesia dibantai telak 6-0 oleh Jepang, ehhh mereka malah bikin berbagai meme lucu. Mereka lakukan itu dengan bikin berbagai meme kocak yang mereka posting di media sosial. Ini misalnya dilakukan oleh akun Tiktok @bobocu.id pada 10 Juni lalu. Di videonya dia memparodikan aktivitas kiper Timnas Jepang dan Timnas Indonesia. Saat dia jadi kiper timnas Indonesia, dia terlihat sibuk mati-matian mengamankan bola di gawangnya. Sementara saat jadi kiper Timnas Jepang, dia santai, sambil melipat tangan di dadanya.
Yang nggak kalah kocak: komentar-komentarnya! Kiper Jepang seolah bicara: “Niat ajak gua main gak sih😒” kata salah satu netizen. ”Kiper jepang ngopi di pojok lapangan” tulis netizen lain. ”Mau nanya nih tadi kiper Jepang pakek baju apa, gak keliatan soalnya😭” timpal netizen lain. Indonesia: “Dua tiga semua senang, boleh kasih saya menang ?” Jepang: “Dua tiga kucing saleh, tak boleh” ujar netizen lain. Ada juga video dari akun tiktok @alyakbar. ”Eh Jepang santai saja, terlalu serius itu”. “Weehhh ngotot dia pengen nunjukin semuanya. Kita ini anak baru di Piala Dunia, gak seru! Terlalu serius klean,” kata Aly.
”Jepang vs Australia kasih poin..jepang vs Indonesia kasih paham 😭” kata netizen. ”Indonesia memang gak cocok masuk Pildun bang… karna kalo memang cocok bisa datang ke rumah…” ujar netizen lain. Reaksi kocak netizen bukan berarti acuh atau nggak peduli. Justru sebaliknya, ini bentuk coping mechanism dari cinta yang dalam. Buat fans Indonesia, nggak ada yang lebih nyakitin dari ngelihat Timnas kalah. Tapi juga nggak ada yang bisa bikin mereka benar-benar benci sama Timnas mereka sendiri.
Bandingin aja sama suporter luar yang kadang bisa ngamuk, bakar jersey, atau bully pemain habis-habisan. Suporter Indonesia? Kalah 6-0? Malah bikin meme sambil makan mie instan. Jadi yaa kekalahan bisa jadi ajang guyub dan gila bareng. Lucu? Iya. Receh? Mungkin. Tapi jujur dan hangat? Banget. Netizen Indo tuh jago nyindir, tapi masih bisa ngebedain antara maki dan ngasih semangat. Jarang banget ada yang sampe menghina personal pemain. Kalau pun ada, biasanya malah diserang balik sama fans lain.
Kultur suporter kita juga unik. Kalah telak? Bisa jadi bahan roasting nasional selama seminggu. Tapi coba ada yang berani hina pemain kita dari luar? Netizen langsung kompak jadi bodyguard virtual. Kita mungkin nyindir pemain, tapi kita juga yang paling duluan pasang badan kalau ada yang ngebully mereka dari luar. Karena kritik dari kita, itu tanda peduli. Tapi hinaan dari orang luar? Itu harga diri.
Makanya, daripada makin menekan, kita memilih jalan yang lebih ringan: ketawa, lalu pelan-pelan bilang, “nggak apa-apa, masih ada waktu buat belajar.” Ini bukan soal skor, ini soal ikatan antara bangsa dan timnya. Antara kecewa dan harapan, antara kritik dan cinta. Jadi, biar kalah 6-0, kita tetap teriak: “Ayo Garuda, kita bareng terus sampe bisa!” Karena jadi fans sejati itu bukan cuma nonton pas piala diangkat. Tapi tetap percaya, meski bola belum masuk ke gawang lawan. Jadi, santuy aja ya! Go Go, semangat Timnas Garuda!!


