Fakta Baru Tewasnya Santri di Kediri

Published:

Fakta-fakta tragis soal tewasnya santri di salah satu pesantren di Kediri terus terungkap. Terbaru, santri yang tewas itu kabarnya dianiaya selama 3 hari berturut-turut.

Astagfirullah..

Ini terungkap saat kepolisian setempat ngelakuin reka ulang kejadian itu. Reka ulang dilakuin di 3 tempat yang berbeda. Di tempat pertama ada 3 adegan. Tempat kedua, 12 adegan. Tempat ketiga, 40 adegan. Dari reka ulang itu terungkap, kekerasan fisik yang diterima korban berupa pukulan dengan tangan kosong. Umumnya korban dianiaya pada bagian tubuh tengah hingga atas.

Dari reka ulang itu juga terungkap kekerasan terhadap koban dialami sejak tanggal 18 Februari. Setelah itu, kekerasan diterima korban diulangi lagi selama 3 hari berturut-turut. Tanggal 21, 22, dan 23 Februari. Kapolres Kediri, AKBP Bramastyo Priaji bilang pihaknya sudah periksa 9 orang saksi. Pihaknya juga periksa Gus Fatih selaku pengasuh pondok pesantren. Pihaknya sampai saat ini juga masih menunggu hasil visum penyebab kematian korban sebagai bukti tambahan.

Buat kamu yang nggak ngikutin kasusnya.. Jadi, ada seorang santri di Pesantren Al-Haniffiyah, Kediri, yang tewas karena mendapat kekerasan fisik. Santri yang malang itu bernama Bintang Bilqis Maulana, 14 tahun. Dia tewas setelah dipukuli 4 orang seniornya dengan dalih hukuman atas pelanggaran aturan pesantren. Mirisnya, pihak pesantren menyatakan korban tewas karena terpeleset di kamar mandi ke orangtua korban. Tapi orangtua korban curiga ketika darah masih berceceran di kain kafan korban.

Apa yang terjadi di Pesantren Al-Haniffiyah itu sama sekali nggak bisa diterima akal waras. Atas nama menegakkan disiplin, kekerasan dihalalkan. Makin fatal karena korban menegakkan disiplin itu harus meninggal dunia. Kekerasan di pesantren harus segera diakhiri. Jangan sampai tumbuh image di tengah publik bahwa pesantren identik dengan kekerasan fisik dan juga kekerasan seksual.

Pesantren bukan lagi identik sebagai pencetak ahli keislaman yang mendalam dan mendukung moderasi keagamaan. Stop kekerasan di pesantren!

Artikel Terkait

Terbaru

spot_img