Food Vlogger Ini Ajak Masyarakat Boikot Restoran Pizza

Published:

Aksi Food Vlogger asal Manado, Mitra Madjid, ini nggak banget deh. Masa dia ngajak masyarakat buat boikot restoran pizza asal Amerika, Domino’s Pizza? Ini dia sampein di akun Facebooknya, Mitra Madjid, pada 11 Juli 2025 lalu.

Dia nulis, “Iko rame boleh. Mar cuma mo kase tau ini brand boikot” tulisnya dalam bahasa Manado dengan emot senyum. Yang kalo diterjemahin: “Ini boleh ramai (dibicarakan). Tapi saya cuma mau kasih tahu bahwa merek ini termasuk yang diboikot”.

Aksi ini pun menuai kecaman dari warganet. “Jangan pernah intoleran di INDONESIA BAGIAN TIMUR,” komen salah satu netizen. “Yang anehnya dia menjadi content creator di platform dan dapet uang dari situ, kalo mau anti amerika yang totalitas donk mbak ee..” kata netizen lain. “Waduhhhhhh ..INTOLERAN ….” netizen yang lain.

Bahkan, akun Instagram @nancyangelahendriks mengecam aksi boikot dari Mitra ini. “Ini lagi foodvlogger ngapain sih boikot boikot dominos pizza. Ngoceh aja, lu tau ga ngeboikot dominos pizza para pekerja disana di PHK. Emang lu mau tanggung jawab? Urusan lu apa ngeboikot?” ujar Nancy di salah satu videonya. “Lu intoleransi?? Jangan coba-coba intoleransi di Sulawesi Utara lu ya!” lanjutnya.

Manado dan Sulawesi Utara dikenal luas sebagai wilayah yang sangat menjunjung kerukunan antarumat beragama. Indeks Toleransi Umat Beragama nya selalu tinggi, bahkan menjadi rujukan nasional dalam menjaga harmoni sosial. Seruan boikot terbuka, apalagi diarahkan pada usaha kuliner yang beroperasi secara sah dan terbuka, bisa dianggap kontraproduktif terhadap semangat toleransi.

Boikot memang kebebasan berekspresi, dan itu sah. Tapi dalam masyarakat plural, kebebasan berekspresi dibatasi oleh tanggung jawab sosial. Ketika seorang figur publik seperti food vlogger mengajak publik untuk melakukan boikot, ada beberapa hal yang wajib dipertimbangkan. Apakah informasi yang disampaikan valid? Kan sampe sekarang gaada pernyataan resmi Domino’s Pizza di Indonesia mendukung Israel. Apakah ajakan ini mempertimbangkan nasib pekerja lokal?

Apakah boikot ini memperhatikan realita sosial lokal? Membawa isu boikot dengan narasi berbau sektarian berisiko memecah kepercayaan antar umat yang selama ini hidup harmonis.

Gaada yang salah dengan membela Palestina. Tapi itu harus dilakukan dengan cerdas, empati, dan konteks. Seorang influencer apalagi yang lahir dari komunitas kuliner, memiliki tanggung jawab untuk mengedukasi, bukan menghasut. Menumbuhkan empati, bukan menebar rasa bersalah. Mendorong solidaritas, bukan menjatuhkan pihak-pihak lokal yang tidak tahu-menahu soal konflik tersebut.

Kalau benar peduli pada Palestina, kita bisa: donasi, edukasi publik soal sejarah konflik, kampanye kemanusiaan lintas agama. Tapi mengaitkan konflik bersenjata di belahan dunia lain dengan gerai pizza di kota sendiri dan mengarahkan masyarakat agar menolaknya? Itu langkah gegabah dan kurang bijak.

Lagian, siapa yang bisa menjamin semua pegawai di Domino’s Pizza bukan orang Islam? Gimana kalo mereka justru juga mendukung Palestina tapi tetap harus bekerja demi nafkah keluarga? Yuk jadi publik figur yang bijak!

Artikel Terkait

Terbaru

spot_img