Gelar Acara Sholawatan di Candi Prambanan, Gus Miftah Dikecam

Published:

Emang boleh ya ngadain pengajian di kompleks Candi Prambanan? Candi itu kan tempat ibadahnya umat Hindu. Kontroversi ini ramai dibahas setelah poster acara ‘Prambanan Bersholawat’ viral di media sosial. Makin viral lagi, karena ada nama Miftah Maulana Habiburrahman atau Gus Miftah sebagai pengisi acara. Sosok yang pernah jadi bulan-bulanan netizen beberapa waktu yang lalu.

Jadi, ‘Prambanan Bersholawat’ kabarnya bakal digelar 10 Mei nanti. Acaranya bakal digelar di zona 3 Candi Sewu kompleks Candi Prambanan. Acara ini kontroversial karena tempat pelaksanaannya di tempat ibadah umat Hindu. Padahal, menurut netizen, umat Islam sudah punya banyak masjid atau mushola. Gus Miftah klarifikasi dia hadir sebagai pengisi acara dan penasehat panitia. Inisiator utama dan panitianya itu komunitas anak motor CB. Di lain sisi, dia bilang acara ini tujuannya murni buat silaturahmi. Juga buat nyebarin semangat Bhinneka Tunggal Ika dan mempererat persaudaraan lintas agama.

Buat yang belum familiar, Gus Miftah adalah pendakwah yang kontroversial. Dia sempat bikin heboh karena celetukan kasarnya ke penjual es teh waktu pengajian. Karena diserang kanan-kiri, dia mundur dari jabatan Utusan Khusus Presiden. Pihak pengelola Candi Prambanan ikut bersuara. General Manager PT. Prambanan dan Ratu Boko, Ratno Timur, bilang kegiatan ini sama sekali nggak dilakuin di zona ibadah umat Hindu. Dia jelasin kalau Candi Prambanan itu dibagi jadi tiga zona. Zona 1 atau area utama Candi Prambanan dipakai buat kegiatan peribadatan umat Hindu. Zona 2 yang disebut zona penyangga biasa digunakan untuk konser, termasuk Prambanan Jazz. Nah Zona 3 Candi Sewu, lokasi acara ‘Prambanan Bershalawat’, terletak di area paling luar dari kompleks Candi Prambanan. Jadi, Zona 3 ini jauh dari lokasi kegiatan keagamaan umat Hindu.

Ratno juga bilang, kegiatan semacam ini udah pernah dilaksanakan di area ini. Ratno juga bilang panitia udah berkomunikasi sama pembina umat Hindu setempat. Katanya, secara teknis dan etika nggak ada pelanggaran. ‘Prambanan Bersholawat’ sebenarnya lebih mirip festival budaya daripada pengajian eksklusif. Selain sholawatan, ada juga kegiatan non-keagamaan. Di antaranya lomba modif motor dan kegiatan UMKM.

Menurut kami di PIS, ‘Prambanan Bersholawat’ nggak perlu dikritik. Sebaliknya, acara ini justru perlu didukung. Acara ini nggak melanggar norma keagamaan umat Hindu. Juga nggak menuai penolakan dari pihak pengelola Candi Prambanan maupun umat Hindu setempat. Dan yang penting digarisbawahi: Candi Prambanan itu statusnya bukan cuma tempat ibadah. Candi Prambanan juga situs budaya dunia yang sering jadi lokasi pagelaran konser dan festival. Jadi, acara ini nggak bisa dilihat hanya pakai kacamata sakralitas agama doang.

Yang penting sekarang, bagaimana menjaga ruang-ruang lintas agama dan budaya kayak gini tetap inklusif dan terbuka untuk semua. Tapi, tentu tetap menghargai nilai-nilai agama dan budaya yang direpresentasikan situs budaya dunia itu. Jadi, panitia ‘Prambanan Bersholawat’ tolong ikut jaga dan rawat kebersihan di kompleks Candi Prambanan selama acara ya. Biar nggak meninggalkan celah untuk dikritik. Yuk, beragama dengan akal sehat!

Artikel Terkait

Terbaru

spot_img