Guru Honorer Agama Kristen Dibayar Cuma Rp 300 Ribu per Bulan

Published:

Sedih banget nasib guru agama Kristen honorer di SDN Malaka Jaya 10, Jakarta Timur. Mereka dibayar cuma Rp 300 ribu per bulan. Sementara di kwitansi honor yang ditandatangani si guru, tertera bahwa gajinya mencapai Rp 9 juta. Kabar ini diungkap Ketua Forum Guru Pendidikan Agama Kristen Indonesia (Forgupaki), Abraham Pellokila. Dengan gaji sebesar itu, mana mungkinlah seorang guru bisa memenuhi kebutuhannya?

Padahal dengan statusnya yang masih honorer, guru itu sudah bekerja full-time seperti guru lainnya. Dari jam 06.30 hingga 15.00 selama 5 hari dalam sepekan. Menurut Abraham, kebijakan penggajian guru honorer diatur oleh kepala sekolah bersangkutan. Tapi dia mempertanyakan kepantasan nilai upah guru itu. Lebih menyedihkan lagi, Abraham juga bilang, yang mengalami penderitaan itu gak cuma satu, tapi ada banyak.

Contohnya di Jakarta Selatan, dengan profesi dan mata pelajaran yang sama, guru digaji sebesar Rp500 ribu saja. Forgupaki sebenarnya sudah mengeluhkan nasib guru-guru itu ke Dinas Pendidikan setempat, tapi hasilnya nihil. Keran itulah akhirnya mereka memutuskan untuk audiensi dengan Komisi E DPRD DKI Jakarta yang menangani bidang pendidikan. Anggota Komisi E, Ima Mahdiah kabarnya sudah meminta dinas pendidikan untuk mengusut sistem pengupahan yang dimaksud. Ima juga mengungkit Dana BOS yang jumlahnya milyaran, yang harusnya bisa digunakan untuk memberikan upah yang layak untuk guru honorer.

Apa yang terjadi memang di luar batas kemanusiaan. Masa karena si guru mengajar agama Kristen dan murid beragama Kristen jumlahnya sedikit, dia harus rela dibayar jauh di bawah kenormalan? Tidak penting dong berapa jumlah siswanya. Tidak boleh lagi ada diskriminasi seperti ini.

Ayo pemerintah, buka mata terhadap nasib guru honorer!

Artikel Terkait

Terbaru

spot_img