Pembenci Pak Jokowi keterlaluan banget deh. Mereka tega-teganya bikin fitnah buat ngejatuhin Pak Jokowi. Demi puasin hawa nafsunya, mereka nekat bikin hoaks. Jadi, beredar sebuah screenshot yang bikin heboh dari postingan akun Tiktok @dewa.goal pada 31 Mei lalu. Screenshot itu kelihatan kayak format media online gitu. Judulnya “Nadim Makarim Tegaskan uang pengadaan laptop sebesar 11 Triliun Bagi Dua sama Pak Jokowi Gibran saksinya di Solo”. Postingan di akun TikTok itu udah ditonton lebih dari 22 ribu kali.
Sekilas, itu keliatan kayak berita dari media online. Tapi, itu sebenarnya padahal palsu ya. Plis, jangan dipercaya. Sayangnya, banyak netizen percaya mentah-mentah. Komentar mereka udah kaya kesetanan. “Jokowi adalah biang kerok sesungguhnya kehancuran negeri ini,” komen seorang netizen. “ADILI JOKOWI… PEMIMPIN TERKORUP… TUKANG NGIBUL…,” komen yang lain. “Mengapa sekian lama baru terungkap berarti ada kerja sama,” komen lainnya.
Tapi untungnya, ada juga netizen yang kritis. “Kasihan ya anak abah buat narasi,” komen netizen. “Yang beginian langsung dipercaya,” tulis yang lain. Kalau kita cari beritanya di Google, nggak ada satupun media yang nerbitin berita itu. Tim cek fakta KoranMerah.com telusuri kebenaran postingan itu. Hasilnya, sama. Nggak ada satu pun media online resmi yang pernah nerbitin berita kayak di screenshot itu. Nggak ada bukti Nadiem pernah ngomong begitu. Nggak ditemuin juga laporan yang memuat pengakuan Nadiem terkait pembagian uang korupsi dengan Pak Jokowi.
Itu jelas konten palsu, konten editan. Screenshot yang ditampilin dalam video akun TikTok itu hasil rekayasa konten visual (fabricated news) yang dibuat menyerupai seolah pemberitaan resmi. FYI, Nadiem emang lagi disorot gara-gara kasus dugaan korupsi di Kementerian Pendidikan waktu dia masih menjadi. Kasunya, proyek pengadaan Chromebook buat digitalisasi pendidikan tahun 2019–2022. Total anggarannya Rp 9,9 triliun, gabungan dari anggaran kementerian dan Dana Alokasi Khusus (DAK).
Waktu uji coba, Chromebook itu dinilai kurang efektif di daerah yang sinyalnya nggak memadai. Tapi proyek tetap jalan dan muncullah dugaan rekayasa kebijakan. Sampai sekarang, Kejaksaan Agung (Kejagung) udah periksa 28 saksi, termasuk dua mantan stafsus Nadiem: Fiona Handayani dan Jurist Tan. Rumah mereka digeledah dan barang-barang kayak HP, laptop, dan dokumen penting disita.
Tapi perlu diingat, Nadiem belum jadi tersangka. Dia nggak masuk daftar pencarian orang (DPO). Info yang bilang dia buron, itu juga hoaks. Kejagung sampai saat ini belum memanggil Nadiem buat diperiksa. Tapi yang paling penting, nggak ada bukti sama sekali yang ngaitin kasus ini sama Pak Jokowi atau Gibran. Itu cuma fitnah yang dibungkus kayak berita.
Ini negara hukum, bukan negeri rimba. Kalau memang punya bukti Nadiem dan Pak Jokowi terlibat dalam kasus dugaan korupsi, sampaikan ke publik. Bawa buktinya ke kejagung. Jangan asal nuduh, apalagi sebar fitnah. Kebencian ke Pak Jokowi emang udah menjijikan banget. Entah hati pelakunya terbuat dari apa.
Sekali lagi, Nadiem belum ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi di kementerian dulu. Dan Pak Jokowi serta Gibran sejauh ini nggak dinyatakan terlibat. Kalau ada nyebarin narasi itu, bisa dipastikan itu hoaks. Yuk, lawan hoaks!


