Daftar kejahatan Israel di Gaza makin bertambah. Terbaru, Israel diduga nyampurin narkoba ke dalam tepung bantuan kemanusiaan yang dibagiin buat warga Gaza. Padahal itu tepung buat orang-orang yang udah kelaparan dan kena dampak perang parah di Gaza. Menurut laporan Al Arabiya, Kantor Media Pemerintah Gaza menuduh Israel sengaja campurin zat super adiktif ke dalam tepung itu. Al Arabiya bilang, tindakan ini kejahatan baru yang sengaja menyerang kesehatan warga sipil dan ngerusak tatanan masyarakat Gaza.
Zat narkotika yang dimaksud itu Oxycodone, obat penghilang rasa sakit yang cuma boleh pake resep dokter karena super kuat. Oxycodone ini sejenis opioid, yaitu obat buat mengurangi nyeri. Ini obat keras yang kalau disalahgunakan bisa bikin kecanduan parah, gagal napas, overdosis, bahkan meninggal. Apalagi kalau dipake warga Gaza yang kondisi fisiknya udah lemah banget sekarang. Omar Hamad, apoteker sekaligus penulis di Gaza, bilang Israel diduga nyelundupin Oxycodone lewat karung tepung bantuan. “Terungkap pula bahwa obat itu tidak hanya disembunyikan di dalam kantong tepung, tapi tepung itu sendiri tampaknya tercampur dengannya,” tulisnya di akun X-nya. Seorang jurnalis Palestina di Rafah, Abdallah Alattar, juga cerita di akun Facebooknya dia nemuin pil-pil itu di salah satu karung tepung.
Kantor media Gaza nyebut ini ‘kejahatan mengerikan’ yang bener-bener nyasar kesehatan dan kesejahteraan warga sipil. Mereka khawatir kejadian ini bakal bikin struktur sosial di Gaza makin rusak. Pernyataan resmi kantor media Gaza juga menuduh Israel sengaja nyebarin narkoba biar warga Gaza kecanduan dan hancur dari dalam. “Ini bagian dari genosida yang terus berlangsung terhadap rakyat Palestina,” kata kantor media itu. “Penggunaan narkoba adalah senjata lunak dalam perang kotor melawan warga sipil,” lanjutnya.
Komite Anti-Narkoba di Gaza sampe ngingetin warga berhati-hati. Kalau warga dapet bantuan dari pusat bantuan Amerika Serikat-Israel, harus dicek dulu. Kalau temuin zat aneh, warga disuruh langsung melapor. Tudingan ini makin bikin dunia internasional kenceng mengkritik Israel. Sebelumnya, PBB mengecam keras Israel yang manfaatin pusat distribusi bantuan kemanusiaan sebagai lokasi penembakan warga Gaza pada 24 Juni lalu. Buat info aja, bantuan kemanusiaan mulai dibagiin lewat Gaza Humanitarian Foundation (GHF) sejak 26 Mei lalu. Ini karena blokade yang bantuan kemanusiaan yang dilakukan Israel yang menyebabkan kelaparan massal warga Gaza.
Masalahnya, GHF itu lembaga bantuan yang mencurigakan. Lembaga yang baru berdiri sebulan yang lalu itu nggak jelas siapa yang bentuk dan siapa pendananya. Israel dan Amerika Serikat nggak ngaku itu bagian dari mereka. Tapi anehnya, bantuan GHF dikawal langsung militer Israel dan lokasi distribusinya ditentukan sepihak. Berdasarkan data PBB, lebih dari 410 warga Gaza tewas dan minimal 3 ribu orang terluka karena ditembaki militer Israel pas lagi ngantri bantuan kemanusiaan. “Orang-orang yang putus asa dan lapar di Gaza terus menghadapi pilihan yang tidak manusiawi, yaitu mati kelaparan atau berisiko dibunuh saat mencoba mendapatkan makanan,” kata kantor hak asasi manusia PBB.
Sampai sekarang belum ada pernyataan resmi dari Israel dan Amerika Serikat soal narkoba dalam tepung bantuan kemanusiaan. Kabarnya, sampel tepung itu lagi diuji tim medis independen dan organisasi kemanusiaan internasional. Insiden ini bikin warga Gaza makin nggak percaya sama pengiriman bantuan yang seharusnya jadi penyelamat hidup mereka di tengah perang yang panjang. Kalau Israel sengaja nyampurin narkoba ke bantuan kemanusiaan, ini bukan cuma pelanggaran hukum internasional. Tapi juga tindakan biadab yang nggak ada otaknya.
Bayangin, warga Gaza lagi menderita kelaparan, penderitaan, sama blokade yang nggak habis-habis. Tapi Israel malah pake bahan pangan buat nyerang mental dan fisik mereka. Nggak ada alasan yang bisa ngebenerin penggunaan narkoba sebagai alat perang. Dunia internasional wajib satu suara mengecam keras dugaan kejahatan gila ini. Dunia internasional wajib mendorong investigasi independen dan pastiin semua pelakunya diadili di pengadilan internasional. Solidaritas kita untuk warga Gaza!


