Sedih banget denger nasib jemaat Gereja Pantekosta Indonesia di Jambi ini. Akses mereka menuju gereja itu dihalangi tembok warga. Gereja Pantekosta Indonesia ada di Desa Sukamakmur, Kecamatan Sungai Bahar, Kabupaten Muaro Jambi.
Pengasuh gereja, Pendeta Ruyanto Situmorang curhat sulitnya akses menuju gereja. Katanya, karena terhalang tembok jemaat mesti berjalan kaki ratusan meter mencari jalan biar bisa menuju gereja.
Masalahnya, gereja itu ada tepat di tengah kawasan perkebunan kelapa sawit. Buat bisa mencapai gereja itu, jemaat harus melewati jalan yang masih penuh semak belukar. Kendaraan bermotor juga nggak bisa melintas sehingga jemaat harus berjalan kaki.
Sebenarnya ada jalan lain menuju kesana, tapi jalan itu berlubang besar dan tidak bisa dilewati. Nggak jelas apa jalan itu sengaja dilubangi atau berlubang secara alami. Tapi dari penuturan pendeta Ruyanto, jalan itu sengaja dilubangi, entah apa motifnya.
Gereja itu sebenarnya masih dalam tahap pembangunan. Kondisi bangunan masih ala kadarnya. Jemaat beribadah dengan rangka bangunan kayu yang beralas terpal. Izin pembangunan gereja itu udah didapetin dan nggak ada masalah dalam proses pengurusannya.
Sebelumnya, para jemaat menyewa ruko yang telah dikontrak selama 7 tahun. Kemudian mereka ngumpulin dana buat beli sebidang tanah tempat gereja itu berdiri. Tapi sekarang, beberapa pemilik lahan malah menutup akses jalan ke gereja dengan beton.
Pihak gereja udah berupaya minta akses jalan menuju gereja, tapi belum dikabulin pemilik lahan. Saat ini pihak kecamatan sedang membantu memediasi dengan warga. Semoga hasilnya positif, sehingga warga bersedia memberikan akses jalan ke gereja.
Yuk kita bersikap toleran!



