Muka orang Indonesia lagi tertunduk malu nih. Bayangin aja, Jakarta jadi kota yang paling sedikit kembaliin gelang setelah Coldplay manggung di Jakarta. Jadi, akun X @coldplayaccess baru aja merilis info yang bikin muka orang Indonesia malu. Akun berita dan informasi Coldplay itu merilis daftar persentase pengembalian gelang Xyloband di 25 kota yang disambangi Coldplay.
Jakarta salah satu kota yang didatangi Coldplay untuk manggung pada 15 November tahun lalu. Dari 25 kota itu, Jakarta ada di posisi buncit pengembalian gelang Xyloband. Tingkat persentasenya 77 persen. Yang bikin nyesek, kota-kota lain di Asia tenggara posisinya jauh lebih baik dari Jakarta.
Singapore, misalnya, tingkat persentase pengembalian gelang Xyloband 91 persen. Kuala Lumpur 90 persen. Bangkok 89 persen. Manila 87 persen. Kota yang paling tinggi persentase pengembalian gelang Xyloband adalah Tokyo, 97 persen.
By the way, gelang Xyloband adalah gelang khusus yang dibagiin ke penonton sebelum konser Coldplay dimulai. Gelang itu akan menyala sesuai tema dan melodi lagu yang dilantunkan Coldplay. Efeknya, venue bakal makin tampak meriah selama konser berlangsung. Panitia minta penonton untuk kembaliin gelang itu setelah konser selesai. Sayangnya, permintaan itu nggak dipatuhi semua penonton. Untuk konser di Jakarta, itu artinya ada 23 persen penonton yang nggak kembaliin gelang itu.
Alasan mayoritas penonton yang nggak kembaliin gelang xyloband bikin geleng-geleng. Mereka bilang itu sebagai kenang-kenangan. Ada yang beralibi begini: “mungkin aja yang nonton konser Coldplay di Jakarta bukan cuma orang Indonesia”. Alibi gini mah gampang dipatahin. Mungkin yang nonton di Tokyo juga bukan cuma orang Jepang.
Tapi kan faktanya persentase pengembalian gelang Xyloband di Tokyo yang paling tinggi. Mungkin bagi sebagian penonton Indonesia kembaliin xyloband sesuatu yang remeh. Padahal, bisa jadi itu salah satu poin untuk menilai karakter suatu negara. Dan kalo karakter Indonesia dinilai buruk karena soal ini, kan nama Indonesia jadi jelek di mata internasional.
Yuk, jaga nama baik Indonesia!


