Jakarta, PIS – Saya yakin Bestie PIS bakal sedih mendengar apa yang dialami dua anak di Cimahi, Jawa Barat. Mereka jadi korban kekerasan dalam rumah tangga yang dilakukan ayah kandungnya sendiri.
Anak perempuan, AH (10), dianiaya sampai meninggal dunia. Sementara anak laki-laki, AMN (12), mengalami luka serius dan dirawat di Rumah Sakit. Kasihan banget ya. Ayah kejam yang menyiksa dua anaknya itu bernama Ade (37).
Dua korban adalah hasil perkawinan Ade dengan istri pertamanya. Saat ini, ibu kandung korban jadi TKI di Arab Saudi. Sementara Ade jadi pengamen keliling di Cimahi. Sehari-hari mereka tinggal di kontrakan bersama Ade dan ibu tiri.
Sedihnya, mereka tidak disekolahkan. Penyiksaan bermula dari kabar yang menyebut dua anaknya mengambil uang. Menurut Ade, mereka mengambil uang sejumlah 450 ribu rupiah untuk jajan dan dibagikan pada teman-teman korban.
Ade marah dan menghukum korban. AH dipukul dan ditendang sebanyak 15 kali yang menyebabkan kematiannya. Sedangkan AMN dipukul dan ditendang sebanyak 7 kali. Tapi keterangan pelaku berbeda dengan kesaksian beberapa pihak.
Menurut kesaksian tetangga, misalnya, AH itu dikenal sebagai anak yang periang. Sementara menurut penyidikan polisi, Ade sudah sering melakukan penganiayaan pada anak-anaknya.
Ade adalah seorang residivis yang suda dua kali masuk penjara karena pencurian. Ade juga bersifat temperamen dan suka mengamuk. Saat ini polisi telah mengamankan Ade dan ibu tiri korban.
Ade juga sudah ditetapkan sebagai tersangka dengan tuntutan maksimal hukuman mati. Mudah-mudahan tidak ada lagi kasus serupa di kemudian hari. Yuk, bergerak jika ada anak di sekitar kita yang jadi korban kekerasan.


