Kabar keren datang dari dunia perfilman Indonesia. Film Agak Laen 2: Menyala Pantiku! atau yang sering disebut Agak Laen 2 berhasil memecahkan rekor penonton di bioskop Indonesia. Yang bikin makin heboh, film ini bahkan berhasil mengalahkan film Hollywood Avengers: Endgame dalam jumlah penonton di Indonesia.
Informasi ini dibagikan oleh akun X @bicaraboxoffice pada 10 Maret lalu. Dalam unggahannya, akun itu membagikan data terbaru jumlah penonton film Agak Laen 2. Mereka menuliskan, “AGAK LAEN: MENYALA PANTIKU! Film terlaris sepanjang masa di Indonesia. Selamat!” Dalam tangkapan layar yang dibagikan, film ini terlihat menempati posisi pertama film terlaris sepanjang masa di Indonesia. Daftar itu menggabungkan film lokal maupun film Hollywood yang pernah tayang di bioskop Indonesia. Jumlah penontonnya bahkan hampir mencapai 11 juta orang. Di posisi kedua ada Avengers: Endgame, sementara posisi ketiga ditempati film Jumbo. Setelah itu ada KKN di Desa Penari, lalu film pertama Agak Laen.
FYI, Agak Laen 2: Menyala Pantiku! mulai tayang di bioskop pada 27 November 2025. Dalam waktu sekitar tiga hari saja, film ini infonya sudah tembus lebih dari 1 juta penonton. Lalu dalam 11 hari, jumlah penontonnya sudah melewati 5 juta orang. Sekitar dua bulan setelah penayangan, angkanya terus naik sampai menembus 10 juta penonton.
Film ini disutradarai oleh komika sekaligus sutradara Muhadkly Acho, sementara rumah produksinya adalah Imajinari Pictures. Ceritanya masih berpusat pada empat sahabat kocak: Bene Dion, Boris Bokir, Indra Jegel, dan Oki Rengga. Selain mereka, banyak juga aktor lain yang ikut meramaikan film ini. Di antaranya Tissa Biani, Jajang C. Noer, Tika Panggabean, Surya Saputra, Ariyo Wahab, Ayushita, Abdur Arsyad, serta Arie Kriting. Bahkan banyak juga cameo dari komika dan figur publik lainnya. Makanya film ini terasa seperti “kumpulnya para komedian Indonesia”.
Di film ini, keempat tokoh utama diceritakan sebagai polisi atau detektif yang sering gagal menjalankan tugas. Karena terlalu sering bikin masalah, mereka akhirnya diberi satu kesempatan terakhir untuk membuktikan diri. Misi mereka adalah menyamar di sebuah panti jompo. Tujuannya untuk menangkap buronan yang terlibat dalam kasus pembunuhan anak wali kota. Tapi karena karakter mereka ceroboh dan super konyol, penyelidikan itu malah berubah jadi serangkaian kejadian absurd dan kacau. Situasi serius berubah jadi komedi yang bikin penonton ngakak. Film ini menggabungkan komedi slapstick, investigasi kriminal, dan berbagai situasi aneh yang bikin ceritanya terasa unik. Menariknya, walaupun judulnya Agak Laen 2, ceritanya sebenarnya tidak melanjutkan langsung film pertama. Film ini menghadirkan petualangan baru dengan karakter yang sama.
Kesuksesan Agak Laen dan lanjutannya ini jelas bikin bangga. Film lokal bisa menarik jutaan penonton dan jadi pembicaraan di mana-mana. Humornya terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari. Chemistry para pemainnya juga kuat dan natural. Jadi nggak heran kalau banyak orang rela nonton sampai berkali-kali. Apresiasi juga pantas diberikan buat tim di balik layar yang berhasil menghadirkan komedi segar dan menghibur. Rumah produksi Imajinari juga patut diacungi jempol karena berani bikin karya yang beda dan ternyata sukses besar.
Yang bikin makin bangga, film lokal bisa bersaing bahkan melampaui film besar dunia seperti Avengers: Endgame di jumlah penonton Indonesia. Ini jadi bukti kalau industri film Indonesia punya potensi besar. Semoga ke depan makin banyak film Indonesia yang berkualitas. Ceritanya kuat, produksinya makin keren, dan bisa bersaing dengan film-film besar dunia. Pokoknya salut buat semua insan perfilman Indonesia. Terus berkarya dan maju terus film Indonesia!


