Keren! Para Siswa SMA Katolik Ini Ikut Kajian Kuliah Subuh di Pesantren

Published:

Keren deh siswa anak SMA Katolik Santo Yakobus ini. Mereka baru saja ikut kajian Kuliah Subuh di pondok pesantren Darussalam, Ciamis Jawa Barat. Jumlahnya lumayan banyak, ada 114 siswa. Kegiatan ini adalah bagian dari rangkaian acara Ekskursi Kebhinekaan yang temanya ‘Dulur Sabangsa”. Kuliah subuh yang diadakan pada Senin, 28 Oktober lalu ini juga diikuti ratusan santri setingkat Madrasah Aliyah yang mondok di sana.

Kuliah dipimpin Kyai Fadlil Munawwar Manshur. Dalam acara itu Kyai Fadlil sampein visi pendidikan Pesantren Darussalam. Ia juga menekankan pentingnya menjadi Muslim Moderat, Mukmin Demokrat, dan Muhsin Diplomat. Kyai Fadlil juga menjelaskan Tri Jiwa Pesantren Darussalam yang mencakup keadaban, keilmuan, dan kepemimpinan. Setelah ikut kuliah subuh, para siswa dari Jakarta mengikuti serangkaian kegiatan di Pesantren bersama para santri.

Kegiatan dimulai dengan upacara bendera dalam rangka peringatan Hari Sumpah Pemuda. Kemudian dilanjut dengan perkenalan pembelajaran di pesantren serta dinamika kelas bersama para santri. Leyla Zahrah yang adalah siswi muslim di SMA Katolik St. Yakobus bilang di sekolah Katolik mereka terbiasa saling menghargai. Sementara Ahmad Nabil selaku salah satu pimpinan muda Ponpes Darussalam bilang kunjungan ini sangat positif dan luar biasa. Menurutnya acara semacam ini bisa memperkuat jembatan persaudaraan antar pemuda Indonesia tanpa melihat latar belakang agama.

Ternyata kegiatan anak-anak SMA Santo Yakobus nggak cuma mondok di Ponpes Darussalam aja loh! Sabtu, 29 November mereka melanjutkan ekskursi dengan program Live In di Pesantren Miftahul Ulum Bangunsirna Ciamis. Temanya “Kita Berbeda, Kita Bersaudara, Kita Indonesia”. Kehadiran para siswa disambut hangat dan penuh suka cita oleh para santri. Bahkan para santri sampe baris di sepanjang gerbang pesantren sehingga vibes persahabatannya kerasa banget. Para siswa juga disambut penampilan seni Gamelan Ki Pamanah Rasa dari Sakola Motekar yang berkolaborasi dengan grup Angklung Silih Asih Gereja Katolik Santo Yohanes Ciamis.

Pimpinan Ponpes Kyai Arief Ismail sangat mengapresiasi kegiatan ini dan berharap silaturahmi kerukunan antar umat beragama terjalin terus. Selama Live In para siswa melakukan berbagai kegiatan yang menyenangkan. Salah satunya latihan Pencak Silat Pagar Nusa bersama para santri.

Keren ya! Kegiatan semacam ini bagus banget buat menanamkan sikap toleran sejak dini kepada para siswa. Dengan kegiatan ini para siswa belajar bagaimana menyikapi. Semoga sekolah-sekolah lain juga mengadakan kegiatan seperti ini.

Yuk bangun terus sikap toleran di antara kita!

Artikel Terkait

Terbaru

spot_img