Keren! Yayasan Buddha Tzu Chi Bangun 2.500 Rumah Permanen untuk Korban Bencana Sumatera

Published:

Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia bakal bangun 2.500 unit rumah permanen bagi korban bencana banjir dan longsor di Sumatera. Tepatnya di tiga provinsi, yaitu Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Yang bikin luar biasa, ini semua dilakukan tanpa menggunakan uang APBN alias Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.

Jadi murni dari kepedulian dan gotong royong masyarakat! FYI nih, bencana banjir bandang dan tanah longsor yang menerjang Sumatera pada akhir November 2025 kemarin emang dahsyat banget. Banyak rumah warga yang hancur, rusak berat, bahkan hanyut terbawa banjir. Ribuan keluarga kehilangan tempat tinggal dan harus mengungsi. Kondisinya benar-benar memprihatinkan dan butuh penanganan cepat.

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait atau yang akrab dipanggil Ara, juga langsung gerak cepat. Dia mengumumkan bahwa total ada 2.603 unit rumah yang akan dibangun untuk para korban. Dari jumlah itu, 2.500 unit bakal dibiayai oleh Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia, dan sisanya 103 unit rumah Menteri Ara bangun dari kantong pribadinya sendiri. “Uangnya non-APBN, totalnya 2.603 unit rumah. Dari Yayasan Buddha Tzu Chi sebanyak 2.500 unit, dan dari saya pribadi 103 unit,” kata Menteri Ara.

Groundbreaking atau peletakan batu pertama dilakukan pada Minggu, 21 Desember lalu di tiga lokasi sekaligus di Sumatera Utara. Pertama di Tapanuli Selatan yang akan dibangun 100 unit rumah. Kedua di Kota Sibolga dengan 200 unit rumah di Desa Aek Parombunan. Dan ketiga di Tapanuli Utara yang bakal dibangun 103 unit rumah di Kecamatan Adian Koting. Hadir pejabat tinggi negara seperti Menteri PKP Maruarar Sirait, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, dan Ketua Tzu Chi Sumatera Utara Mujianto.

Liu Su Mei, Ketua Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia, menyampaikan komitmen mereka. “Dalam penanganan bencana, Tzu Chi selalu menjalankan program jangka pendek, menengah, dan panjang,” katanya. Tzu Chi bahkan punya target khusus, rumah-rumah ini harus selesai sebelum Idul Fitri. Mereka pengen para korban bisa merayakan Lebaran di rumah baru mereka dengan tenang. Rumah yang dibangun ini bukan rumah sementara lho, tapi rumah permanen atau hunian tetap. Setiap rumah punya luas tanah 80 meter persegi dengan bangunan seluas 36 meter persegi. Ukuran ini pas banget buat keluarga kecil, cukup nyaman dan layak.

Yang menarik nih, ini bukan pertama kalinya Tzu Chi bantu korban bencana besar di Indonesia. Mereka punya track record yang luar biasa sejak bencana tsunami Aceh tahun 2004. Sama seperti di Palu, Sulawesi Tengah, saat gempa dan tsunami 2018, Tzu Chi juga hadir membantu. Pengalaman mereka dalam penanganan bencana emang udah teruji dan terpercaya. Bantuan Tzu Chi buat korban bencana Sumatera ini sebenarnya udah dimulai sejak awal. Sejak 28 November 2025, Tim Tanggap Darurat Tzu Chi langsung turun ke lokasi. Sampai 14 Desember 2025, Tzu Chi udah menyalurkan bantuan di 79 titik lokasi dengan jumlah penerima manfaat mencapai 47.800-an jiwa!

Pendekatan Tzu Chi dalam membantu korban bencana punya filosofi khusus dengan tiga tahap. Yaitu pertama menentramkan raga dengan bantuan makanan dan kebutuhan pokok. Kemudian menentramkan hati lewat pengobatan dan pembersihan pasca banjir. Dan memulihkan kehidupan yang ditandai dengan pembangunan 2.500 rumah permanen ini.

Guys, yang bikin ini spesial adalah semangat kebersamaan lintas agama. Yayasan Buddha membantu korban yang mayoritas Muslim. Ini contoh nyata kerukunan dan toleransi beragama di Indonesia. Nggak ada sekat-sekat agama ketika ada saudara kita yang kesusahan. Salut sama Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia. Mereka selalu hadir di saat rakyat Indonesia butuh bantuan. Apa yang sudah dilakukan Tzu Chi semoga menjadi inspirasi untuk kita semua! Yuk, rawat terus toleransi di Indonesia!

Artikel Terkait

Terbaru

spot_img