Setelah beberapa bulan kosong, akhirnya Majelis Ulama Indonesia (MUI) mempunyai Ketua Umum Baru. Dia adalah KH. Anwar Iskandar, seorang ulama senior dari Nahdlatul Ulama (NU). Anwar dipilih dalam rapat pleno MUI pada Selasa, 15 Agustu lalu. Anwar menggantikan KH Miftachul Akhyar yang sebelumnya mengundurkan diri setelah terpilih sebagai Rais ‘Aam Pengurus Besar NU.
Anwar sebenarnya bukan orang baru di MUI. Sebelum ditetapkan sebagai Ketua Umum, dia menjabat sebagai Wakil Ketua Dewan Pertimbangan MUI, bersama KH Ma’ruf Amin yang menjadi ketuanya. Karier organisasi Anwar sangatlah panjang. Sejak muda dia telah banyak berkecimpung di berbagai organisasi. Saat kuliah dia pernah menjadi Ketua Pergerakan Mahasiswa Muslim Indonesia (PMII). Pernah juga menjadi Ketua Gerakan Pemuda Ansor cabang Kediri.
Jabatan lainnya menjadi Ketua Rais Syuriyah NU Kediri, hingga Wakil Ketua Rais Syuriyah NU Jawa Timur. Anwar juga pernah terpilih sebagai Ketua Dewan Syuro Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) wilayah Jawa Timur. Pada saat bersamaan, dia mengemban jabatan sebagai anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) utusan daerah Jawa Timur.
Harus diakui, MUI adalah salah satu organisasi Islam yang berpengaruh di Indonesia. Fatwa-fatwa MUI sering menjadi rujukan banyak kalangan Islam. Tapi sayangnya, masih sering mereka mengeluarkan fatwa yang kontroversial, bahkan menjadi pemicu diskriminasi terhadap kelompok Islam lain. Mereka juga sering tidak bersuara kala ada kelompok Islam membubarkan ibadah atau menghalangi pembangunan rumah ibadah agama lain.
Semoga dengan pengalaman dan kepemimpinan KH Anwar Iskandar, akan membawa perubahan pada MUI. Semakin membawa MUI menjadi Islam yang toleran, moderat dan damai untuk semua kalangan. Selamat kepada KH Anwar Iskandar, mari kita wujudkan Islam damai bagi Indonesia!



