Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) baru aja umumin bahwa dalam 5 tahun terakhir, mereka udah tanganin 12.547 konten berisikan kabar hoaks. Wow, bukan angka yang kecil ya! Khusus di tahun 2023 aja, ada 1.615 konten hoaks yang tersebar di website dan platform digital. Jumlah itu meningkat kalau kita bandingin sama tahun 2022, yakni sebanyak 1.528 konten hoaks. Mereka juga bilang, sektor kesehatan jadi isu hoaks yang paling mendominasi, yaitu mencapai 2.357 konten hoaks.
Ini terutama terkait dengan masa pandemi yang terjadi sepanjang penyebaran Covid-19. Juga ada kabar virus pneumonia yang dianggap lebih berbahaya dibandingkan virus Covid-19. Ini ngaco banget, karena daya penularan Covid-19 terbukti lebih tinggi dibandingkan Mycoplasma pneumonia. Nah, sektor kedua adalah kebijakan pemerintah dan penipuan. Keduanya, masing-masing mencapai 2.210 konten hoaks. Banyak akun palsu yang mengaku sebagai pejabat pemerintah pusat, daerah dan lembaga.
Soal penipuan, juga banyak konten yang menginformasikan kabar palsu seperti lowongan kerja, bantuan sosial, dan lain-lain. Kategori ketiga terbanyak adalah hoaks soal politik. Dari 2018 sampai 2022, ada sebanyak 1.628 isu hoaks terkait partai politik, kandidat dan juga pemilu. Tapi seiring dengan Pemilu 2024, isu hoaks soal politik melonjak drastis. Ada sebanyak 2.882 konten yang mengandung hoaks soal Pemilu yang tercatat sepanjang tahun 2023.
Duh ngeri banget ya! Semoga kita bisa lebih kritis ya dalam mempercayai sebuah isu atau berita yang tersebar di media sosial. Kita bisa atasin itu dengan mengecek validitas berita dari situs-situs atau platform yang terpercaya. Yuk sama-sama kita lawan hoaks!


